Padang, Amakomedia.com – Seorang anak perempuan menjadi korban gigitan anjing liar pada Kamis siang (19/3/2026), di kawasan wisata Pantai Air Manis, Kota Padang.
Selain mengejutkan, kejadian ini juga jadi sorot masyarakat atas berkeliaran anjing liar di lokasi wisata tersebut dan berpotensi membahayakan pengunjung.
Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kota Padang, Diko Riva Utama, menjelaskan, kejadian bermula saat korban tengah bermain di trotoar kawasan Pantai Air Manis.
Tanpa diduga, dua ekor anjing liar yang berada di sekitar lokasi tiba-tiba menyerang dan menggigit korban.
Saat kejadian, sebutnya Jumat (20/3/2026), kawanan anjing itu diketahui tengah berkelahi dan dalam kondisi agresif, sehingga menyerang anak yang berada di dekatnya.
“Informasinya, cukup banyak anjing berkeliaran di sekitar lokasi. Kawanan anjing itu terlibat perkelahian, kemudian menyerang anak yang sedang bermain di trotoar,” ujarnya.
Dia melanjutkan, akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka gigitan di berbagai bagian tubuh.
“Luka ditemukan di bagian punggung, kepala, dan paha. Bahkan, terdapat dua luka gigitan di area kepala yang menjadi perhatian serius,” terangnya.
Korban dibawa ke Puskesmas Seberang Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, karena sebelumnya sempat dibawa ke Puskesmas pembantu oleh orangtuanya.
Tim medis kemudian melakukan penanganan sesuai prosedur. Luka korban dibersihkan menggunakan sabun dan air mengalir.
Selain itu, korban juga diberikan satu dosis Vaksin Anti Rabies (VAR) serta Serum Anti Rabies (SAR), terutama pada area luka di kepala.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, membenarkan, pihaknya menerima pasien dengan kondisi luka akibat gigitan anjing.
“Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan ada luka di bagian punggung, dua luka gigitan di kepala, serta satu luka gigitan di paha,” jelasnya.
Setelah mendapatkan penanganan awal, korban diperbolehkan pulang dengan bekal obat berupa analgetik dan antibiotik.
Pihak Puskesmas juga memberikan jadwal kontrol untuk pemberian vaksin dosis lanjutan.
“Saat ini korban masih dalam pemantauan Puskesmas Kuranji karena alamat pasien berada di wilayah kerja tersebut,” tambah Srikurnia Yati. (*)
