Padang, Amakomedia.com – Penyebab pasti kecelakaan beruntun yang menewaskan lima orang di Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanahdatar masih dalam proses penyelidikan.
Kasat Lantas Polres Padangpanjang, AKP Finot mengatakan, penyelidikan dilakukan bersama instansi terkait memastikan faktor penyebab kecelakaan itu.
AKP Finot menyebut, kendati lokasi kecelakaan maut itu berada di wilayah administratif AKP Finot, namun wilayah hukumnya dibawah Polres Padangpanjang.
Satlantas Polres Padangpanjang telah melaksanakan olah TKP bersama Korlantas Polri, Ditlantas Polda Sumbar, Dinas Perhubungan, dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumbar.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengumpulkan data dan fakta di lapangan sebagai bahan investigasi menyeluruh.
“Dari hasil pengecekan sementara dari tim investigasi BPTD Kelas II Sumbar, ditemukan dugaan adanya fungsi rem trailer yang tidak bekerja sebagaimana mestinya,” ungkapnya.
Meski demikian, sebutnya, pihak kepolisian masih menunggu hasil tertulis resmi dari BPTD Kelas II Sumbar sebelum menyampaikan kesimpulan akhir kepada publik.
Ia menegaskan, seluruh hasil penyelidikan akan disampaikan secara transparan setelah laporan resmi diterima.
“Kami masih menunggu hasil tertulis dari BPTD Kelas II Sumbar. Setelah itu nanti akan kami sampaikan atau kami rilis secara resmi,” tambahnya.
AKP Finot juga menyampaikan, ada lima korban meninggal dalam peristiwa tersebut. Satu korban merupakan sopir trailer, sementara empat korban lainnya warga sipil.
Dari empat warga sipil tersebut, tiga orang merupakan warga setempat, sedangkan satu korban berasal dari Kota Bukittinggi yang berdomisili di Payakumbuh.
“Untuk empat warga yang meninggal dunia, seluruhnya sudah dijemput oleh pihak keluarga dan telah dimakamkan,” jelas AKP Finot.
Untuk jenazah sopir trailer, ungkapnya, berasal dari Medan dan akan dimakamkan di kampung halamannya.
AKP Finot juga menyampaikan seluruh korban yang meninggal dunia telah mendapatkan santunan dari PT Jasa Raharja.
“Santunan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati setempat bersama Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja kepada keluarga korban pada sore hari setelah kejadian,” pungkasnya. (dpg)
