Padang, Amakomedia.com – Muhammad Fathan Mubiyna, torehkan prestasi gemilang, siswa kelas XII F 2 SMAN 8 Padang ini berhasil diterima Monash University, Australia.
Prestasi luar biasa diraih Fathan melalui jalur prestasi. Kontan saja ini cukup membanggakan bagi sekolah yang selama ini tidak pernah diunggulkan.
Fathan, anak dari pasangan suami istri Yohanes Wempi dan Fredia Heppy ini lolos melalui jalur prestasi dengan skor IELTS 7.5.
Sebuah capaian yang menunjukkan kemampuan bahasa Inggris pada level sangat baik (very good user).
Skor tersebut menandakan penguasaan bahasa yang kuat, lancar, dan akurat, serta kemampuan memahami dan menggunakan bahasa Inggris dalam konteks akademik yang kompleks.
Keberhasilan Fathan ini tidak lepas dari peran manajemen sekolah. Kepala SMA Negeri 8 Padang saat ini, Berry Devanda bersama seluruh keluarga besar sekolah itu.
“Sebagai kepala sekolah saya merasa senang dan bangga dengan apa yang sudah diraih oleh anak kami Fathan ,” ucap Berry di Padang, kemarin.
Berry menegaskan, saat ini pihaknya terus membangun kultur akademik yang mendorong siswa berani menatap kampus luar negeri.
Meski Berry baru memimpin lebih kurang 2 tahun, akan tetapi berkat tangan dinginnya, pelan tapi pasti SMAN 8 Padang sudah bisa disejajarkan dengan SMAN yang sudah lebih dulu unggul.
Prestasi SMA Negeri 8 Padang ini menjadi pesan kuat: sekolah mana pun di Sumatera Barat memiliki peluang yang sama untuk melahirkan lulusan kelas dunia.
Kuncinya ada pada komitmen, pendampingan yang serius, dan keberanian siswa untuk bermimpi besar.
“Keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal dari standar baru bagi pendidikan menengah di Sumbar” tutur Berry.
Fathan merupakan siswa pertama di SMA Negeri 8 Padang itu yang berhasil menembus Monash University, Australia selama sekolah itu ada.
Capaian ini bukan sekadar kebanggaan pribadi, tapi menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya di Sumbar dan para orang tua.
Keberhasilan ini terasa istimewa karena SMA Negeri 8 Padang bukanlah sekolah yang selama ini dilekatkan dengan label “unggulan” di Sumbar.
Jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah favorit seperti SMA 1 Sumbar yang kerap menjadi rujukan, posisi SMA 8 sering dianggap biasa saja.
Namun, prestasi membuktikan bahwa kualitas tidak selalu ditentukan oleh label.
“Selamat buat Fathan, semoga menjadi inspirasi bagi siswa SMAN 8 khususnya dan siswa SMA lainnya di Sumbar,” pungkas Berry. (*)
