Padang, Amakomedia.com – Penganan buka puasa di pasar pabukoan Kota Padang diteliti pihak
Balai Besar POM Padang, Kamis siang (26/2/2026).
Pengecekan pangan di pusat pabukoan ini sebagai bagian program intensifikasi pengawasan pangan selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Pada hari itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala POM, Martin Suhendri, bersama Wakil Wali Kota Padang yang mengecek langsung aneka penganan pabukoan itu.
Saat di Kota Padang, Martin Suhendri menjelaskan, pihaknya menargetkan pengambilan 20 hingga 25 sampel penganan pabukoan.
“Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan pangan yang beredar aman, bermutu, dan layak konsumsi masyarakat dan tidak kedaluarsa,” kata Martin.
Dengan amannya penganan itu, jelasnya, masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang.
Martin menambahkan, sebelum di Kota Padang, pengawasan yang sama juga telah dilakukan di beberapa daerah.
Di Kota Solok dilakukan pengambilan 25 sampel dan seluruhnya memenuhi syarat. Di Padangpariaman diambil 30 sampel, juga seluruhnya memenuhi syarat.
Selanjutnya di Kota Pariaman sebanyak 27 sampel dinyatakan memenuhi ketentuan, serta di Pesisir Selatan sebanyak 25 sampel dengan hasil serupa.
“Hingga saat ini hasilnya masih dalam proses karena pengujian dilakukan menggunakan mobil laboratorium keliling,” tutur Martin.
Menurutnya, selain menyasar pusat pabuko, Badan POM juga melakukan pengecekan ke distributor bahan pangan dan retail, mulai dari swalayan besar hingga toko kecil di daerah.
“Hal ini dilakukan mengingat permintaan pangan cenderung meningkat selama Ramadan hingga Lebaran,” jelas dia.
Dia menjelaskan, dalam pengawasan tahun ini, dari 26 sarana yang telah dikunjungi ditemukan dua produk yang tidak memenuhi ketentuan.
“Dua produk itu yakni permen impor asal Malaysia dan satu produk susu dengan tanggal kedaluwarsa (expired date) yang telah lewat,” katanya. (*)
