Bukittinggi, Amakomedia.com – Bus Rapid Transit (BRT) akan diterapkan Pemprov Sumbar dua kawasan yang memiliki aktivitas tinggi antarwilayah.
Saat ini pihak pemprov sedang menyiapkan skema pengembangan angkutan umum massal ini, agar nantinya bisa terintegrasi antarwilayah.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengaku, Kajian dan perencanaannya juga sudah siapkan, bahkan sudah disampaikan kepada Menteri Perhubungan.
“Usulan Bus Rapid Transit (BRT) nyatanya dapat tanggapan yang baik Menhub,” kata Mahyeldi di Bukittinggi, kemarin.
Mahyeldi menyebut, dua kawasan yang direncanakan menjadi lokasi pengembangan BRT adalah kawasan Palapa (Padang–Lubuk Alung–Pariaman).
Satu lagi kawasan Bukapalipatar (Bukittinggi, Agam, Padangpanjang, Payakumbuh, Limapuluh Kota, dan Tanahdatar).
Menurutnya, angkutan umum massal yang memiliki standar layanan tinggi dan terintegrasi antarwilayah sudah menjadi kebutuhan di Sumbar.
Banyak warga yang setiap hari bepergian untuk bekerja, sekolah, berdagang, maupun berwisata.
Selain itu, dengan adanya ini, Mahyeldi meyakini akan dapat meningkatkan konektivitas, mengurangi kemacetan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional di Sumbar
“Saya ingin perjalanan antarwilayah lebih lancar, mengurangi kemacetan, serta membuat transportasi lebih aman dan nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia melanjutkan, untuk kawasan Bukapalipatar yang cakupan cukup luas, pengembangan akan dilakukan bertahap.
Pada tahap awal, fokusnya adalah layanan Trans Paliko yang melayani rute Payakumbuh–Limapuluh Kota.
Sementara kawasan Palapa, layanan BRT akan menghubungkan sejumlah jalur penting dan terintegrasi dengan terminal serta simpul transportasi lainnya.
Diperkirakan potensi penumpangnya bisa mencapai lebih dari 1,6 juta orang per tahun.
Mahyeldi menegaskan, guna mensukseskan rencana ini, butuh dukungan dan komitmen dari seluruh pemerintah daerah yang wilayahnya termasuk dalam rencana pengembangan.
“Saya ingin ini berjalan bertahap dan terencana dengan baik, supaya benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya. (*)
