Padang, Amakomedia.com – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumbar mematangkan aspek teknis penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Ini terlihat dengan telah disiapkannya perlengkapan bagi para jamaah untuk daerah ini.
Salah satu tahapan penting yang telah terlaksana adalah kedatangan sebanyak 530 koper jamaah haji di Asrama Haji Embarkasi Padang.
Koper-koper tersebut menjadi bagian dari fasilitas utama yang akan digunakan oleh jamaah asal Sumbar dalam perjalanan menuju Tanah Suci.
Kehadiran koper ini menandai dimulainya distribusi perlengkapan secara bertahap kepada para calon jemaah haji.
Penyerahan koper dilakukan secara simbolis oleh perwakilan Garuda Indonesia melalui GM Branch Office Padang, Boydike Kussudiarso, Jumat (27/3/2026).
Koper-kopernya diserahkan kepada Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sumbar, M Rifki, bersama jajarannya.
“Sinergi antara Kemenhaj dan pihak maskapai menjadi faktor penting dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” kata M Rifki.
Dia menyebut, total jamaah haji asal Sumbar yang akan diberangkatkan tahun ini mencapai 3.986 orang, sehingga kesiapan logistik menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Rifki menjelaskan, distribusi koper akan dilakukan secara bertahap mengikuti urutan kloter yang telah disusun sebelumnya.
Tahap pertama pendistribusian diperuntukkan bagi jamaah kloter 1 yang berasal dari Kota Padang.
Sementara kloter-kloter berikutnya akan menyusul sesuai dengan jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan.
Sistem distribusi ini dirancang agar proses berjalan tertib dan tepat sasaran.
“Distribusi koper yang dilakukan lebih awal bertujuan untuk memberikan waktu yang cukup bagi jemaah dalam mempersiapkan barang bawaan mereka,,” tuturnya.
Dengan demikian, jelas dia, para jemaah diharapkan dapat mengatur kebutuhan pribadi dengan lebih matang sebelum hari keberangkatan.
GM Branch Office Padang, Boydike Kussudiarso menjelaskan pada musim haji tahun ini setiap jemaah akan menerima empat jenis perlengkapan utama.
Perlengkapan tersebut meliputi koper bagasi untuk barang utama, koper kabin untuk barang yang dibawa ke dalam pesawat,” ujarnya.
Perlengkapan itu seperti tas paspor untuk menyimpan dokumen penting, serta tas Armuzna yang digunakan saat pelaksanaan rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Terdapat pula perbedaan mencolok pada desain koper tahun ini dibanding tahun sebelumnya.
Ia menerangkan, jika sebelumnya koper berwarna hitam, maka pada tahun ini koper hadir dengan warna silver yang lebih mudah dikenali.
“Seluruh koper tersebut dikirim dari Jakarta ke Padang secara bertahap dalam delapan gelombang pengiriman guna memastikan distribusi berjalan lancar tanpa kendala logistik,” tuturnya. (*)
