Padang, Amakomedia.com – Anggota DPD RI, Muslim M Yatim, mengingatkan pemerintah Republik Indonesia (RI) segera mengambil langkah konkret untuk para WNI yang ada di Tehran, Iran.
Penegasan Senator asal Sumbar ini menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.
Menurut Muslim, negara harus hadir untuk memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di wilayah terdampak konflik.
“Pemerintah harus memastikan seluruh WNI dalam kondisi aman. Jika situasi semakin memanas, langkah evakuasi harus segera disiapkan dan dilaksanakan,” ujarnya di Padang, Minggu (1/3/2026).
Ia menegaskan, respons cepat dan terukur sangat diperlukan agar Indonesia tidak terlambat mengantisipasi dampak dari krisis geopolitik tersebut.
Terlebih, perkembangan situasi keamanan di kawasan dilaporkan terus berubah dan berpotensi meluas.
Permintaan itu disampaikan di tengah laporan situasi keamanan yang berkembang di Iran.
KBRI di Tehran menyatakan hingga saat ini seluruh WNI yang terdaftar masih dalam kondisi aman pasca serangan militer yang terjadi baru-baru ini oleh AS dan sekutunya, Israel, terhadap Iran.
Meski demikian, pihak KBRI tetap mengimbau para WNI untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan otoritas setempat guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Yatim pun meminta Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan RI di negara-negara kawasan Timur Tengah untuk terus memantau perkembangan situasi dan memperbarui data keberadaan WNI secara berkala.
“Keselamatan warga negara adalah prioritas utama. Negara tidak boleh lengah dalam situasi seperti ini,” tegasnya.
Imbauan Kementerian Luar Negeri RI
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dan Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah terus menjalin komunikasi secara intensif serta berkoordinasi dengan para WNI di wilayah terdampak.
Dalam imbauannya, Kemlu RI meminta seluruh WNI di wilayah terdampak untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan.
Kemudian mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi secara berkala dengan Perwakilan RI terdekat.
Juga imbau bagi masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan Timur Tengah agar mempertimbangkan kembali rencana perjalanan dan menunda perjalanan hingga situasi lebih kondusif.
Dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027 atau Hotline Perwakilan RI sebagai berikut:
KBRI Riyadh: +966 569173990
KJRI Jeddah: +966 503609667
KBRI Abu Dhabi: +971 566156259
KJRI Dubai: +971 564170333 / +971 563322611
KBRI Doha: +974 44657945 / 44664981 / 33322875
KBRI Kuwait City: +965 97206060 / 97809760
KBRI Manama: +973 38791650
KBRI Amman: +962 779150407
KBRI Baghdad: +964 7769842020
KBRI Tehran: +98 9914668845 / +98 9024668889
KBRI Beirut: +961 70817310
KBRI Damaskus: +963 954444810. (*)
Senator asal Sumbar, Muslim M Yatim minta pemerintah segera memastikan kondisi WNI di Tehran. (dok : amakomedia.com)
