Tanahdatar, Amakomedia.com – Perluasan akses pasar menjadi prioritas Pemkab Tanahdatar dalam memulihkan ekonomi pelaku UMKM pasca bencana.
Langkah ini dilakukan agar pelaku usaha terdampak bencana di daerahnya dapat kembali bangkit dan meningkatkan pendapatan.
Salah satu strategi yang dijalankan yakni dengan menggandeng Bank Indonesia (BI) untuk membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk unggulan daerah.
Kolaborasi dengan BI ini jadi salah satu langkah pemkab melalui Dinas KUKMP untuk membuka akses pasar lebih luas bagi produk UMKM ini,” ungkap Kepala Dinas KUKMP Tanahdatar, Masni Yuletri, Selasa (24/2/2026).
Ia menegaskan, sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat, jadi perlu penguatan di sejumlah aspek.
Masni mengatakan, hasil dari strategi pemasaran produk UMKM tersebut mulai terlihat pada Minggu (22/2/2026) kemarin.
“Ada pesanan dari Perwakilan BI Provinsi Riau sebanyak 200 paket rendang Sumpur, kuliner khas Tanahdatar,” ucapnya.
Sebelumnya, sebutnya, pesanan dalam jumlah lebih besar juga datang dari Perwakilan BI Provinsi Sumbar sebanyak 300 paket.
“Sebelumnya, pesanan serupa juga datang dari Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat sebanyak 300 paket,” kata Masni Yuletri.
“Jadi bila ditotal semuanya 500 paket rendang yang dipesan. Ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan terhadap kualitas produk UMKM Tanahdatar,” tukasnya.
Menurut Masni, dukungan tersebut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha, khususnya masyarakat yang terdampak bencana.
Ia menjelaskan, tingginya pemasaran ini berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha lokal yang sempat mengalami hambatan akibat bencana.
Di sisi lain, pada aspek pemberdayaan UMKM terdampak bencana, Pemkab Tanahdatar bersama Perwakilan BI Provinsi Sumbar juga melaksanakan program Sekolah Lapang.
“Program ini bertujuan menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing,” beber Masni.
Dia berharap dengan strategi dan kolaborasi dengan BI ini usaha masyarakat yang sempat terhenti akibat bencana kembali pulih. UMKM bangkit, ekonomi pulih. (*)
