Padang, Amakomedia.com – Bencana alam yang terjadi di Sumbar, tidak menyurutkan niat masyarakan untuk berhaji.
Hal ini terbukti dari angka pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Tahap I yang mencapai 75 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 73 persen.
“Ini capaian membanggakan ditunjukkan oleh calon jamaah haji asal Sumatera Barat (Sumbar),” ungkapa Plt Kepala Kanwil Kemen Haji dan Umrah Sumbar, M Rifki.
Itu ia sampaikan dalam Rapat Konsolidasi Bersama Bank Penerima Setoran (BPS-Bipih) yang digelar di Asrama Haji Tabing, Padang, Rabu (31/12/2025).
“Meski kita masih dalam kondisi pascabencana, semangat jemaah tidak surut,” ujar M Rifki lagi.
Memasuki rencana pelunasan tahap II, kebijakan difokuskan untuk mengakomodasi berbagai kategori jamaah yang memiliki kebutuhan khusus atau terkendala tahap awal.
Kategori jamaah yang masuk kelompok penggabungan mahram, baik suami-istri maupun keluarga kandung, dengan ketentuan selisih masa tunggu maksimal lima tahun.
Selain itu, pelunasan tahap kedua ini menjadi solusi bagi jamaah yang mengalami kegagalan sistem, seperti kendala jaringan perbankan di saa terakhir.
“Meskipun mereka sebenarnya sudah dinyatakan memenuhi syarat istithaah kesehatan,” ungkapnya.
M Rifki menambahkan, aspek inklusivitas juga menjadi poin utama dalam kebijakan pelunasan tahun ini.
Kelompok jamaah lanjut usia berjumlah 196 orang atau sekitar lima persen dari total kuota Sumbar dapat perhatian khusus mekanisme pendampingan.
Lebih jauh, imbuhnya, sesuai amanat undang-undang yang baru, penyandang disabilitas beserta pendamping mereka kini diberikan hak yang sama.
Dia menegasan, kesamaan itu ada mekanisme pelunasan pada tahap kedua.
“Kebijakan ini merupakan bentuk transformasi pelayanan haji yang lebih ramah terhadap kelompok rentan dan penyandang disabilitas,” sebutnya. (fjr)
