Padang, Amakomedia.com – Mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026, Polda Sumbar dibantu personel lainnya meggelar Operasi Ketupat Singgalang 2026.
Dalam operasi ini, sebanyak 2.285 personel Polri akan dikerahkan, didukung oleh 1.851 personel gabungan dari TNI dan instansi terkait lainnya.
Meski operasi tersebut aspek Kamtibmas jadi perhatian, namun kasus Laka lantas menjadi fokus Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.
“Data mengungkapkan, Laka Lantas naik dari 86 menjadi 108 kasus, jumlah korban meninggal dunia meningkat dari 13 menjadi 21 orang,” katanya.
Dari itu dirinya instruksikan jajaran Lantas dan Dinas Perhubungan untuk melakukan mitigasi di titik-titik rawan (blackspot) sejak dini.
“Kita juga akan mengevaluasi sistem one way secara harian agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang ekstrem,” tambahnya, di Padang kemarin.
Ia menerangkan, dalam Operasi Ketupat Singgalang 2026 ini, Polda Sumbar telah memetakan sejumlah titik rawan.
Di antaranya 58 lokasi rawan tanah longsor, 2 lokasi rawan banjir, 50 lokasi rawan kepadatan arus lalu lintas.
“Kami juga didirikan 81 Pos Pengamanan, terdiri 37 Pos Pam, 41 Pos Pelayanan, dan 3 Pos Terpadu selama operasi berlangsung,” tukasnya.
Dalam Operasi Ketupat Singgalang 2026, juga dilakukan pengamanan lebih dari 4.040 objek.
Tempat itu yakni masjid, tempat salat Id, terminal, pelabuhan, bandara, hingga pusat perbelanjaan dan destinasi wisata di seluruh Sumbar. (*)
