Painan, Amakomedia.com – Kecemasan dampak buruk terhadap kecerdasan buatan (AI) bagi pembentukan karakter generasi muda, juga dirasakan Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh.
Pasalnya, bisa dibilang kecerdasan buatan (AI) ini berpotensi menggantikan berbagai profesi yang ada sekarang, termasuk di dunia pendidikan.
Ditambah dengan makin majunya teknologi, maka tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks
“Meski cukup hebatnya AI ini, nyatanya ada hal yang tidak bisa dia gantikan, yakni peran manusia dalam membentuk moral dan etika. Di sinilah pentingya peran guru,” ungkap Rahmat Saleh.
Penegasan itu ia sampaikan saat jadi Irup upacara bendera di SMA N 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (4/5/2026) pagi.
Dengan adanya peran guru, sebutnya, nilai moral dan etika diberikan kepada anak didiknya.
“Selain itu, guru juga membentuk karakter siswa, membangun integritas, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan tetap menjadi fondasi utama dalam pendidikan,” ucap Rahmat.
Seiring pembentukan karakter, lanjutnya, generasi muda perlu miliki kecerdasan emosional dan kepemimpinan (leadership) sebagai kekuatan utama, dan ini tidak tergantikan oleh teknologi.
Rahmat membeberkan, emosional dan leadership adalah kekuatan manusia yang autentik.
“Dua hal ini yang akan membentuk siswa menjadi pemimpin masa depan dan mampu menduduki posisi strategis dalam memimpin bangsa,” tukasnya.
Rahmat juga menilai, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi yang pesat.
”Jadi dituntut kapasitas berpikir yang kuat, adaptif, dan inovatif yang menjadi kebutuhan utama untuk menghadapi masa depan,” pungkasnya. (*)
