Amakomedia.com – Booming mobil listrik produk China di pasar otomotif global membuat sejumlah produsen mobil lainnya ketar ketir.
Tidak terkecuali bagi pihak produsen Honda, yang merasa hal itu akan menjadi pesaing terberat mereka di pasar otomotif global.
Kekhawatiran terlihat setelah CEO Honda Toshihiro Mibe meninjau fasilitas produksi kendaraan listrik (EV) di China pada Februari 2026 lalu.
Mibe menyebut tingkat efisiensi dan otomatisasi di pabrik tersebut jauh melampaui standar industri Jepang saat ini.
Kunjungan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai ketertinggalan teknologi manufaktur global dibandingkan dengan kemajuan pesat di China.
Laporan Nikkei Asia pada 31 Maret, operasional pabrik di China, hampir sepenuhnya dikendalikan secara otomatis dari pengadaan suku cadang hingga logistik.
“Kami tidak punya peluang melawan ini,” ujar Mibe, CEO Honda dalam laporan yang dirilis Nikkei Asia.
Situasi ini memperberat posisi Honda setelah sebelumnya mencatat kerugian tahunan perdana pada awal Maret 2026.
Apalagi dengan adanya perubahan kebijakan mendadak di Amerika Serikat yang menghapus insentif pajak kendaraan listrik yang telah lama berlaku.
Hal ini memaksa Honda melakukan perubahan strategi secara cepat pada pertengahan 2025.
Ia menegaskan Honda tetap memiliki tanggung jawab moral untuk menekan kenaikan suhu global dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Mibe mengakui bahwa ketidakpastian regulasi di pasar Amerika Utara telah menghambat transisi perusahaan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik.
Ia menekankan bahwa hampir tidak ada keterlibatan manusia di lantai produksi, yang memungkinkan proses manufaktur berjalan sangat cepat dan efisien.
Laporan SlashGear, Honda mencatat kerugian lebih dari US$15,7 miliar akibat perubahan mendadak kebijakan insentif pajak EV di AS di pertengahan 2025.
Meski menghadapi tekanan finansial yang besar, Honda menyatakan tetap berkomitmen pada tanggung jawab moral untuk mengurangi emisi karbon global.
Namun, tantangan besar kini muncul dari sisi pasokan dan teknologi produksi yang didominasi oleh produsen asal China.
Keresahan mengenai ketersediaan unit EV juga muncul di berbagai forum daring seperti Reddit, konsumen mulai beralih ke merek lain yang miliki pasokan lebih stabil
Sejumlah pengguna melaporkan telah menukar kendaraan Honda mereka dengan mobil listrik dari kompetitor seperti Toyota karena ketersediaan unit yang lebih pasti. (*)
