Close Menu
AmakoMedia – Berita Terpercaya dan Akurat

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kekah dan Tradisi Syukuran Kelahiran Anak di Minangkabau

    Mei 25, 2026

    Tradisi Batagak Gala Marapulai di Kelurahan Gurun Laweh Nagari Nan XX

    Mei 25, 2026

    10 Pasang Finalis Duta Bahasa Sumbar 2026 Perebutkan Posisi Juara 1

    Mei 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    AmakoMedia – Berita Terpercaya dan Akurat
    • Beranda
    • Nasional

      Hoax Program Haji Gratis, Kemenag Ingatkan Agar Pedomani Kanal Resmi Pemerintah

      Mei 20, 2026

      Sidang Isbat Tetapkan Idul Adha 2026 pada Rabu, 27 Mei 2026

      Mei 17, 2026

      Satu Korban Meninggal Akibat Erupsi Gunung Dukono Ditemukan

      Mei 9, 2026

      Dua WNA di Gunung Dukono Masih Dicari Tim SAR Gabungan

      Mei 8, 2026

      Komposer James F Sundah Meninggal, Dunia Musik Tanah Air Berduka

      Mei 8, 2026
    • Metro

      10 Pasang Finalis Duta Bahasa Sumbar 2026 Perebutkan Posisi Juara 1

      Mei 23, 2026

      Nekad Curi Hp di Rumah Ibadah, Seorang remaja Akhirnya Ditangkap, Eh Ternyata Malah Residivis

      Mei 22, 2026

      Sekilas Mengenal Charles Lindbergh, Seberangi Atlantik dengan Pesawat Monoplane Ryan M-2

      Mei 21, 2026

      Tiga Titik Perlintasan Liar di Padangpariaman Ditutup PT KAI

      Mei 19, 2026

      Penerima Bansos di Kota Padang Harus Terkoneksi dengan IKD

      Mei 15, 2026
    • Ekonomi

      Gelontokan Dana Hampir Rp 1 Triliun, Haji Isam Jadikan Saham PACK Naik 9,86 Persen

      Mei 18, 2026

      PE Capai 5,07 Persen, Muhidi Apresiasi Pemprov Sumbar

      Mei 11, 2026

      Makin Permudah Bayar Pajak Ranmor, Sumbar Luncurkan Samsat Kiosk

      Mei 10, 2026

      Pasbar – Mandailing Natal Bahas Rencana Jalan Penghubung

      Mei 9, 2026

      Tanggapi Isu Perbandingan Nilai Keekonomian Pertamax, Pertamina Beri Klarifikasi

      Mei 8, 2026
    • Olahraga

      Sempat Diprotes Vietnam, FIFA Cepat Perbaiki Laman Resminya

      Mei 22, 2026

      Diprediksi Lionel Messi Berhadapan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026

      Mei 18, 2026

      Sempat Bermain 13 Musim, Dani Carvajal Bakal Tinggalkan Real Madrid

      Mei 17, 2026

      David Beckham Catat Rekor, Jadi Olahragawan Miliader Pertama di Inggris

      Mei 16, 2026

      Semen Padang FC “Babak Belur” Dihajar Persebaya, Kalah Telak 0-7

      Mei 15, 2026
    • Teknologi

      Bantu Aktivitas Pelari Pemula, Garmin Luncurkan Dua Tipe Smartwatch

      Mei 13, 2026

      Mobil Listrik China Buat Honda Ketar Ketir, Ini Tanggapan Toshihiro Mibe…

      April 26, 2026

      Telkomsel Perkuat Konektivitas Telekomunikasi di Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik

      Maret 26, 2026

      KPID Sumbar Diusulkan juga Awasi Konten pada Media Sosial

      Maret 16, 2026

      Pertegas Komitennya jadi Green Province, Sumbar – Supreme Energy Bangun PLTP Unit-2

      Oktober 16, 2025
    • Edukasi

      Kemungkinan Bangunan SR di Tanjuang Alam Tanahdatar Ada Tiga Lantai

      Mei 21, 2026

      Cek Hasil UTBK-SNBT 2026, Calon Mahasiswa Disarankan Lihat Link Resmi

      Mei 18, 2026

      SR Nagari Tanjung Alam Butuh Akses Jalan, Ini Akan Direalisasikan BPJN dan Pemkab

      Mei 18, 2026

      Torehkan Prestasi Nasional, Siswa SDIT Darul Azzam Rao Raih Gelar di Kompetisi Sains Hardiknas 2026

      Mei 13, 2026

      Pemprov Akan Bangun Asrama Siswa di SMAN 1 Bukittinggi

      Mei 11, 2026
    • Kesehatan

      Antisipasi Hantavirus Masuk, Menkes RI: Pemerintah Perkuat Sistem Skrining

      Mei 7, 2026

      Apa Itu Hantavirus? Bahayakan, Ini Penjelasan CDC AS….!

      Mei 5, 2026

      Pererat Kekeluargaan, Civitas Hospitalia RSUP Dr M Djamil Adakan Halalbihalal

      Maret 25, 2026

      Pastikan Kesehatan Penumpang dan Sopir, JR Sumbar Beri Layanan Kesehatan

      Maret 24, 2026

      Seorang Anak Digigit Anjing Liar di Salah Satu Lokasi Wisata di Kota Padang

      Maret 20, 2026
    • Opini

      Kekah dan Tradisi Syukuran Kelahiran Anak di Minangkabau

      Mei 25, 2026

      Tradisi Batagak Gala Marapulai di Kelurahan Gurun Laweh Nagari Nan XX

      Mei 25, 2026

      Salah Bicara, Salah Negara: Dampak Ucapan Pejabat terhadap Publik

      April 28, 2026

      Hukum Adat di Tubuh KUHP Baru, Tantangan Yuridis dan Implementasinya

      April 22, 2026

      Aktualisasi Pembangunan Sumatera Barat

      April 8, 2026
    AmakoMedia – Berita Terpercaya dan Akurat
    Beranda » Opini » Kekah dan Tradisi Syukuran Kelahiran Anak di Minangkabau
    Opini

    Kekah dan Tradisi Syukuran Kelahiran Anak di Minangkabau

    ArzilBy ArzilMei 25, 20265 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp Copy Link

    Oleh: Jasik Qairama, Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

    Dalam tradisi masyarakat Minangkabau, hadirnya seorang bayi tidak hanya dianggap sebagai penambah anggota keluarga, tetapi juga sebagai anugerah yang membawa harapan baru bagi kaum dan keluarga besar.

    Karena itu, masyarakat Minang memiliki berbagai tradisi untuk menyambut kelahiran anak, salah satunya adalah tradisi kekah atau aqiqah.

    Tradisi kekah ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak. Selain sebagai ibadah dalam ajaran Islam, kekah juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

    Melalui tradisi ini, keluarga mengadakan doa bersama, berbagi makanan, dan mempererat hubungan dengan kerabat maupun tetangga.

    Sampai sekarang, tradisi ini masih banyak dilakukan oleh masyarakat Minang, baik di kampung maupun di perantauan.

    Dalam budaya Minangkabau, adat dan agama memiliki hubungan yang sangat erat. Hal ini terlihat dalam pepatah adat yang berbunyi, “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”.

    Filosofi tersebut berarti adat Minangkabau berlandaskan ajaran agama Islam. Oleh sebab itu, berbagai tradisi yang dilakukan masyarakat Minang sering kali mengandung nilai adat sekaligus nilai keagamaan, termasuk dalam pelaksanaan kekah.

    Biasanya, kekah dilakukan beberapa hari setelah bayi lahir. Dalam ajaran Islam, aqiqah dianjurkan dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran anak.

    Pada acara tersebut, keluarga akan menyembelih kambing sebagai bentuk syukur. Daging kambing kemudian dimasak dan dibagikan kepada keluarga, tetangga, serta masyarakat sekitar.

    Selain itu, acara juga diisi dengan doa bersama agar anak yang lahir diberi kesehatan, keselamatan, dan menjadi anak yang berguna bagi keluarga serta masyarakat.

    Di Minangkabau, acara kekah biasanya dilakukan dengan suasana kekeluargaan yang hangat. Keluarga besar akan datang membantu mempersiapkan acara.

    Kaum ibu biasanya sibuk memasak di dapur, sedangkan kaum laki-laki membantu mempersiapkan tempat dan menerima tamu.

    Tradisi gotong royong seperti ini menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.

    Selain menjadi bentuk syukuran, kekah juga memiliki makna sosial. Melalui acara tersebut, hubungan antara keluarga dan masyarakat menjadi semakin erat.

    Orang-orang datang bukan hanya untuk makan bersama, tetapi juga memberikan doa dan dukungan kepada keluarga yang baru memiliki anak.

    Kehadiran masyarakat dalam acara kekah menunjukkan bahwa kehidupan orang Minangkabau sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan silaturahmi.

    Dalam beberapa keluarga Minang, tradisi kekah juga disertai dengan prosesi lain seperti mencukur rambut bayi dan pemberian nama.

    Rambut bayi yang dicukur melambangkan kebersihan dan harapan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang baik.

    Sementara itu, pemberian nama biasanya dilakukan dengan penuh pertimbangan karena nama dianggap sebagai doa dari orang tua untuk masa depan anaknya.

    Masyarakat Minang percaya bahwa anak adalah amanah yang harus dijaga dan dididik dengan baik. Karena itu, sejak bayi lahir, keluarga sudah memberikan berbagai doa dan harapan melalui tradisi kekah.

    Harapan tersebut tidak hanya agar anak tumbuh sehat, tetapi juga agar memiliki akhlak yang baik, menghormati orang tua, serta berguna bagi agama dan masyarakat.

    Nilai-nilai kehidupan dalam tradisi kekah juga dapat dilihat dari cara masyarakat Minang menghargai hubungan keluarga.

    Dalam budaya Minangkabau, keluarga besar memiliki peranan penting dalam kehidupan seseorang. Ketika ada acara seperti kekah, semua anggota keluarga ikut terlibat.

    Hal ini menunjukkan bahwa kebahagiaan satu keluarga juga menjadi kebahagiaan bersama.
    Pepatah Minangkabau mengatakan, “Barek Samo Dipikua, Ringan Samo Dijinjiang.”

    Artinya, segala sesuatu dikerjakan bersama-sama, baik dalam kesulitan maupun kebahagiaan. Pepatah ini sangat terlihat dalam pelaksanaan tradisi kekah.

    Persiapan acara dilakukan secara gotong royong tanpa membedakan status sosial. Semua saling membantu agar acara berjalan dengan baik.

    Seiring perkembangan zaman, pelaksanaan tradisi kekah mengalami beberapa perubahan. Dulu, acara biasanya dilakukan secara sederhana di rumah dengan melibatkan masyarakat sekitar.

    Kini, ada sebagian keluarga yang melaksanakan kekah di gedung atau menggunakan jasa katering agar lebih praktis.

    Walaupun begitu, makna utama dari tradisi tersebut tetap sama, yaitu sebagai bentuk rasa syukur dan sarana mempererat hubungan sosial.

    Modernisasi memang membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat, tetapi tradisi kekah tetap bertahan karena memiliki nilai yang penting.

    Banyak generasi muda Minangkabau yang masih mempertahankan tradisi ini meskipun hidup di kota besar atau di perantauan.

    Hal ini menunjukkan bahwa budaya Minangkabau masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat modern.

    Selain itu, tradisi kekah juga mengajarkan nilai berbagi kepada sesama. Makanan yang dimasak dalam acara kekah biasanya dibagikan kepada tetangga dan masyarakat sekitar.

    Tindakan ini mengandung pesan bahwa kebahagiaan sebaiknya tidak dinikmati sendiri, tetapi juga dibagikan kepada orang lain.

    Nilai seperti ini sangat penting untuk menjaga hubungan baik antar sesama manusia.

    Dalam kehidupan masyarakat Minang, adat bukan hanya sekadar kebiasaan lama, tetapi juga pedoman yang mengajarkan nilai moral dan sosial.

    Tradisi kekah menjadi salah satu contoh bagaimana adat dan agama berjalan berdampingan dalam kehidupan sehari-hari.

    Tradisi ini mengandung rasa syukur, doa, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang masih relevan hingga sekarang.

    Pada akhirnya, kekah bukan hanya acara syukuran atas kelahiran anak, tetapi juga simbol kasih sayang dan harapan keluarga terhadap masa depan anak tersebut.

    Di balik hidangan dan doa yang dilakukan, terdapat nilai-nilai kehidupan yang mengajarkan pentingnya kebersamaan, rasa syukur, dan hubungan baik antar sesama.

    Sebagai generasi penerus, masyarakat Minangkabau perlu menjaga tradisi seperti kekah agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

    Tradisi ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat Minang yang mengandung banyak pelajaran kehidupan.

    Dengan mempertahankan tradisi tersebut, nilai-nilai kebersamaan dan rasa syukur akan terus hidup dalam kehidupan masyarakat hingga masa yang akan datang. (*)

    (Disclaimer: isi dalam tulisan diluar tanggung jawab penerbit)

    budaya minangkabau opini tradisi kekah
    Share. Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Email Copy Link

    Berita Terkait

    Opini Mei 25, 2026

    Tradisi Batagak Gala Marapulai di Kelurahan Gurun Laweh Nagari Nan XX

    Opini April 28, 2026

    Salah Bicara, Salah Negara: Dampak Ucapan Pejabat terhadap Publik

    Opini April 22, 2026

    Hukum Adat di Tubuh KUHP Baru, Tantangan Yuridis dan Implementasinya

    Opini April 8, 2026

    Aktualisasi Pembangunan Sumatera Barat

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Demo
    Berita Lain
    Opini Mei 25, 2026

    Kekah dan Tradisi Syukuran Kelahiran Anak di Minangkabau

    Oleh: Jasik Qairama, Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Dalam tradisi masyarakat Minangkabau,…

    Tradisi Batagak Gala Marapulai di Kelurahan Gurun Laweh Nagari Nan XX

    Mei 25, 2026

    10 Pasang Finalis Duta Bahasa Sumbar 2026 Perebutkan Posisi Juara 1

    Mei 23, 2026

    Nekad Curi Hp di Rumah Ibadah, Seorang remaja Akhirnya Ditangkap, Eh Ternyata Malah Residivis

    Mei 22, 2026
    Demo
    Tentang AmakoMedia
    Tentang AmakoMedia

    Media nasional AmakoMedia menyajikan berbagai macam berita, artikel, opini yang terpercaya, akurat dan terkini.

    Alamat :
    Perumahan Siteba Jalan Pasaman II no. 170 Kota Padang, Sumatera Barat, Padang, Sumatera Barat.

    Email : admin@amakomedia.com

    Berita Terbaru

    Kekah dan Tradisi Syukuran Kelahiran Anak di Minangkabau

    Mei 25, 2026

    Tradisi Batagak Gala Marapulai di Kelurahan Gurun Laweh Nagari Nan XX

    Mei 25, 2026

    10 Pasang Finalis Duta Bahasa Sumbar 2026 Perebutkan Posisi Juara 1

    Mei 23, 2026

    Mendaftar ke Newsletter

    Dapatkan berita terbaru dengan mendaftar ke Newsletter

    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 Designed by Nextgen.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.