Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    AmakoMedia – Berita Terpercaya dan AkuratAmakoMedia – Berita Terpercaya dan Akurat
    • Beranda
    • Nasional

      Salurkan Bantuan Rp358 Juta, Mensos Minta Pemkab Solok Data Akurat Warga Terdampak Bencana

      Oktober 8, 2026

      Didukung Dana Indonesiana, Iven Residensi Patung Internasional Perdana Digelar di Sumbar

      Oktober 6, 2026

      Satu Warga Terluka dan 23 Rumah Rusak Akibat Gempa M6,1 di Pulau Sumba

      Oktober 4, 2026

      Didukung DPP, Aksi CFD Alumni UBH Bakal Jadi Gerakan Nasional

      Oktober 1, 2026

      Sinergi IAS dan BNI: Pesan Asisten Bandara Joumpa Jadi Lebih Praktis Lewat Kanal Digital

      September 30, 2026
    • Metro

      Geger Penemuan Jasad Ketua RT di Arai Pinang Padang

      Oktober 13, 2026

      Kebakaran di Pauh Padang Lalap 7 Bangunan, Kerugian Capai Rp3 Miliar

      Oktober 12, 2026

      Kombes Pol Kukuh Priyo Taruno Resmi Jabat Dirlantas Polda Sumbar Gantikan Kombes Reza

      Oktober 12, 2026

      Waka Polda Pimpin Evakuasi di Empat Titik Banjir Padang, Ditpolairud Terobos Arus Deras

      Oktober 10, 2026

      Hujan Lebat Mengguyur Padang, Komplek Lumin Park Lubuk Minturun Kembali Terendam Banjir

      Oktober 10, 2026
    • Ekonomi

      Fasilitasi Turis, BIM Bakal Sediakan Counter Digital Ask Me About Mentawai

      Oktober 14, 2026

      Dongkrak Pendapatan Daerah, Pemkab Mentawai Terapkan QRIS dalam Transaksi Surfing Tax

      Oktober 14, 2026

      Sumbar Pacu Digitalisasi 740 Ribu UMKM Lokal

      Oktober 12, 2026

      Redam Lonjakan Harga Cabai, GPM Padangpanjang Bantu Ringankan Modal Usaha Kecil

      Oktober 8, 2026

      Gandeng Unand, Kementerian UMKM Latih Ratusan Pelaku Usaha Terdampak Bencana

      Oktober 2, 2026
    • Olahraga

      PASI Padang Tambah Dua Emas di Porprov XVI Sumbar, Target Juara Umum Makin Dekat

      Oktober 10, 2026

      Borong 3 Emas dan 1 Perak, Tim Balap Motor Padang Optimistis Segel Juara Umum Porprov Sumbar 2026

      Oktober 8, 2026

      Didominasi Taekwondo, Kontingen Pessel Sabet 8 Medali di Porprov 2026

      Oktober 5, 2026

      Ajang Berburu Bibit Atlet, Panahan Porprov XVI Sumbar Bergulir

      Oktober 2, 2026

      Laga Tinju Porprov XVI Sumbar Digeser ke Oktober

      September 29, 2026
    • Teknologi

      Internetan Makin Satset Bareng Halo Optima, Paket Pascabayar Baru Kasih Kuota Jumbo dan Proteksi Anti-Spam

      September 24, 2026

      Menuju Panggung Dunia, Dua Lulusan SMTI Padang Bertanding di Bidang Industri 4.0

      September 22, 2026

      BRIN Mengaku Sedang Lakukan Peneltitan Penggunaan Tepung Atasi Karhutla

      Agustus 31, 2026

      APJII Sumbar Dukung Aparat Tertibkan ISP Tanpa Izin Operasi

      Agustus 26, 2026

      Telkomsel Bangun BTS, Jorong Lariang Agam Kini Telah Terkoneksi Internet

      Agustus 24, 2026
    • Edukasi

      Kualitas Udara Memburuk, Dinas Pendidikan Kota Padang Kembali Terapkan Belajar Daring Bagi PAUD-SMP

      Oktober 8, 2026

      Diikuti 33 Siswa, MTsN 4 Pasaman Barat Jadi Tuan Rumah Olimpiade Madrasah se SumbarĀ 

      Oktober 5, 2026

      Kolaborasi Pentahelix Unand dan Pemerintah Daerah demi Penguatan Resiliensi Bencana Sumbar

      September 30, 2026

      Buka Peluang Beasiswa Luar Negeri, SMAN 3 Painan Gandeng Konsultan Pendidikan Edlink+Connex

      September 26, 2026

      Menuju Panggung Dunia, Dua Lulusan SMTI Padang Bertanding di Bidang Industri 4.0

      September 22, 2026
    • Kesehatan

      Kasus Pernapasan di Pasaman Melonjak, RSUD TIB Lakukan Analisis Mendalam

      September 16, 2026

      Imbas Kasus Dugaan Keracunan Massal, Pemkot Pariaman Tutup SPPG

      September 14, 2026

      Wujudkan Masyarakat Sehat, Pemkab Agam Kolaborasi Hadirkan Rumah Sakit Modern di Ampang Gadang

      September 9, 2026

      Lindungi Warga dari Bahaya ISPA, Kapolsek Padang Selatan Pimpin Aksi Pembagian Masker Pedagang

      September 9, 2026

      Kabut Asap di Kota Padang Picu Naiknya Harga Jual Masker

      September 8, 2026
    • Opini

      Sertifikat Tanah Elektronik: Janji Kepastian Hukum di Tengah Keraguan Publik

      Juli 24, 2026

      Jam Pulang Sekolah Pukul 14.00 : Ketika Niat Mendidik Justru Membuka Ruang Kenakalan Remaja

      Juli 22, 2026

      Ancaman Pidana Minimum Korupsi Diturunkan, Apakah Sejalan dengan Semangat Pemberantasan Korupsi?

      Juni 26, 2026

      Mulainya Kurang Peminatan Permainan Tradisional pada Generasi Muda Minangkabau

      Juni 25, 2026

      Surau di Minangkabau: Jantung Pendidikan, Budaya, dan Pembentukan Karakter Masyarakat

      Juni 22, 2026
    Beranda Ā» Opini Ā» Kekah dan Tradisi Syukuran Kelahiran Anak di Minangkabau
    Opini

    Kekah dan Tradisi Syukuran Kelahiran Anak di Minangkabau

    ArzilBy ArzilMei 25, 20265 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp Copy Link

    Oleh: Jasik Qairama, Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

    Dalam tradisi masyarakat Minangkabau, hadirnya seorang bayi tidak hanya dianggap sebagai penambah anggota keluarga, tetapi juga sebagai anugerah yang membawa harapan baru bagi kaum dan keluarga besar.

    Karena itu, masyarakat Minang memiliki berbagai tradisi untuk menyambut kelahiran anak, salah satunya adalah tradisi kekah atau aqiqah.

    Tradisi kekah ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak. Selain sebagai ibadah dalam ajaran Islam, kekah juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

    Melalui tradisi ini, keluarga mengadakan doa bersama, berbagi makanan, dan mempererat hubungan dengan kerabat maupun tetangga.

    Sampai sekarang, tradisi ini masih banyak dilakukan oleh masyarakat Minang, baik di kampung maupun di perantauan.

    Dalam budaya Minangkabau, adat dan agama memiliki hubungan yang sangat erat. Hal ini terlihat dalam pepatah adat yang berbunyi, ā€œAdat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”.

    Filosofi tersebut berarti adat Minangkabau berlandaskan ajaran agama Islam. Oleh sebab itu, berbagai tradisi yang dilakukan masyarakat Minang sering kali mengandung nilai adat sekaligus nilai keagamaan, termasuk dalam pelaksanaan kekah.

    Biasanya, kekah dilakukan beberapa hari setelah bayi lahir. Dalam ajaran Islam, aqiqah dianjurkan dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran anak.

    Pada acara tersebut, keluarga akan menyembelih kambing sebagai bentuk syukur. Daging kambing kemudian dimasak dan dibagikan kepada keluarga, tetangga, serta masyarakat sekitar.

    Selain itu, acara juga diisi dengan doa bersama agar anak yang lahir diberi kesehatan, keselamatan, dan menjadi anak yang berguna bagi keluarga serta masyarakat.

    Di Minangkabau, acara kekah biasanya dilakukan dengan suasana kekeluargaan yang hangat. Keluarga besar akan datang membantu mempersiapkan acara.

    Kaum ibu biasanya sibuk memasak di dapur, sedangkan kaum laki-laki membantu mempersiapkan tempat dan menerima tamu.

    Tradisi gotong royong seperti ini menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.

    Selain menjadi bentuk syukuran, kekah juga memiliki makna sosial. Melalui acara tersebut, hubungan antara keluarga dan masyarakat menjadi semakin erat.

    Orang-orang datang bukan hanya untuk makan bersama, tetapi juga memberikan doa dan dukungan kepada keluarga yang baru memiliki anak.

    Kehadiran masyarakat dalam acara kekah menunjukkan bahwa kehidupan orang Minangkabau sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan silaturahmi.

    Dalam beberapa keluarga Minang, tradisi kekah juga disertai dengan prosesi lain seperti mencukur rambut bayi dan pemberian nama.

    Rambut bayi yang dicukur melambangkan kebersihan dan harapan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang baik.

    Sementara itu, pemberian nama biasanya dilakukan dengan penuh pertimbangan karena nama dianggap sebagai doa dari orang tua untuk masa depan anaknya.

    Masyarakat Minang percaya bahwa anak adalah amanah yang harus dijaga dan dididik dengan baik. Karena itu, sejak bayi lahir, keluarga sudah memberikan berbagai doa dan harapan melalui tradisi kekah.

    Harapan tersebut tidak hanya agar anak tumbuh sehat, tetapi juga agar memiliki akhlak yang baik, menghormati orang tua, serta berguna bagi agama dan masyarakat.

    Nilai-nilai kehidupan dalam tradisi kekah juga dapat dilihat dari cara masyarakat Minang menghargai hubungan keluarga.

    Dalam budaya Minangkabau, keluarga besar memiliki peranan penting dalam kehidupan seseorang. Ketika ada acara seperti kekah, semua anggota keluarga ikut terlibat.

    Hal ini menunjukkan bahwa kebahagiaan satu keluarga juga menjadi kebahagiaan bersama.
    Pepatah Minangkabau mengatakan, ā€œBarek Samo Dipikua, Ringan Samo Dijinjiang.ā€

    Artinya, segala sesuatu dikerjakan bersama-sama, baik dalam kesulitan maupun kebahagiaan. Pepatah ini sangat terlihat dalam pelaksanaan tradisi kekah.

    Persiapan acara dilakukan secara gotong royong tanpa membedakan status sosial. Semua saling membantu agar acara berjalan dengan baik.

    Seiring perkembangan zaman, pelaksanaan tradisi kekah mengalami beberapa perubahan. Dulu, acara biasanya dilakukan secara sederhana di rumah dengan melibatkan masyarakat sekitar.

    Kini, ada sebagian keluarga yang melaksanakan kekah di gedung atau menggunakan jasa katering agar lebih praktis.

    Walaupun begitu, makna utama dari tradisi tersebut tetap sama, yaitu sebagai bentuk rasa syukur dan sarana mempererat hubungan sosial.

    Modernisasi memang membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat, tetapi tradisi kekah tetap bertahan karena memiliki nilai yang penting.

    Banyak generasi muda Minangkabau yang masih mempertahankan tradisi ini meskipun hidup di kota besar atau di perantauan.

    Hal ini menunjukkan bahwa budaya Minangkabau masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat modern.

    Selain itu, tradisi kekah juga mengajarkan nilai berbagi kepada sesama. Makanan yang dimasak dalam acara kekah biasanya dibagikan kepada tetangga dan masyarakat sekitar.

    Tindakan ini mengandung pesan bahwa kebahagiaan sebaiknya tidak dinikmati sendiri, tetapi juga dibagikan kepada orang lain.

    Nilai seperti ini sangat penting untuk menjaga hubungan baik antar sesama manusia.

    Dalam kehidupan masyarakat Minang, adat bukan hanya sekadar kebiasaan lama, tetapi juga pedoman yang mengajarkan nilai moral dan sosial.

    Tradisi kekah menjadi salah satu contoh bagaimana adat dan agama berjalan berdampingan dalam kehidupan sehari-hari.

    Tradisi ini mengandung rasa syukur, doa, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang masih relevan hingga sekarang.

    Pada akhirnya, kekah bukan hanya acara syukuran atas kelahiran anak, tetapi juga simbol kasih sayang dan harapan keluarga terhadap masa depan anak tersebut.

    Di balik hidangan dan doa yang dilakukan, terdapat nilai-nilai kehidupan yang mengajarkan pentingnya kebersamaan, rasa syukur, dan hubungan baik antar sesama.

    Sebagai generasi penerus, masyarakat Minangkabau perlu menjaga tradisi seperti kekah agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

    Tradisi ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat Minang yang mengandung banyak pelajaran kehidupan.

    Dengan mempertahankan tradisi tersebut, nilai-nilai kebersamaan dan rasa syukur akan terus hidup dalam kehidupan masyarakat hingga masa yang akan datang. (*)

    (Disclaimer: isi dalam tulisan diluar tanggung jawab penerbit)

    budaya minangkabau opini tradisi kekah
    Share. Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Email Copy Link

    Berita Terkait

    Opini Juli 24, 2026

    Sertifikat Tanah Elektronik: Janji Kepastian Hukum di Tengah Keraguan Publik

    Opini Juli 22, 2026

    Jam Pulang Sekolah Pukul 14.00 : Ketika Niat Mendidik Justru Membuka Ruang Kenakalan Remaja

    Opini Juni 26, 2026

    Ancaman Pidana Minimum Korupsi Diturunkan, Apakah Sejalan dengan Semangat Pemberantasan Korupsi?

    Opini Juni 25, 2026

    Mulainya Kurang Peminatan Permainan Tradisional pada Generasi Muda Minangkabau

    Leave A Reply Cancel Reply

    Tentang AmakoMedia
    Tentang AmakoMedia

    Media nasional AmakoMedia menyajikan berbagai macam berita, artikel, opini yang terpercaya, akurat dan terkini.

    Alamat :
    Perumahan Siteba Jalan Pasaman II no. 170 Kota Padang, Sumatera Barat, Padang, Sumatera Barat.

    Email : admin@amakomedia.com

    Berita Terbaru

    Fasilitasi Turis, BIM Bakal Sediakan Counter Digital Ask Me About Mentawai

    Oktober 14, 2026

    Dongkrak Pendapatan Daerah, Pemkab Mentawai Terapkan QRIS dalam Transaksi Surfing Tax

    Oktober 14, 2026

    Geger Penemuan Jasad Ketua RT di Arai Pinang Padang

    Oktober 13, 2026

    Mendaftar ke Newsletter

    Dapatkan berita terbaru dengan mendaftar ke Newsletter

    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 Designed by Nextgen.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.