Dekan FIB Unand Prof. Dr. Ike Revita, M.Hum bersama pemateri seminar Sawaki Sho Sensei dari The Japan Foundation Jakarta, Rabu (24/6/2026). IST
Amakomedia.com – Program Studi Sastra Jepang (Saje), Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand) jadi perhatian saat ini.
Prodi tersebut dipercaya menjadi tuan rumah Seminar dan Lokakarya Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang Indonesia (ASPBJI) Korwil Sumatera Barat (Sumbar)–Riau 2026.
Keterangan tertulis pihak Fakultas yang diterima Rabu (24/6/2026) lalu menyebut, ini
sebuah agenda rutin yang diselenggarakan ASPBJI Korwil Sumbar–Riau.
Disebutkan, kegiatan yang diadakan Rabu (24/6/2026) lalu di Kampus Unand ini didukung oleh The Japan Foundation Jakarta, yang diketuai oleh Darni Enzimar Putri, M.Hum.
Seminar dan lokakarya diikuti oleh dosen Program Studi Sastra Jepang dari Universitas Andalas, Universitas Bung Hatta, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Riau.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan guru MGMP Bahasa Jepang Sumbar, mahasiswa, serta pemerhati bahasa dan budaya Jepang.
Pada sesi lokakarya, peserta memperoleh pelatihan dari Sawaki Sho Sensei dari The Japan Foundation Jakarta.
Sementara itu, seminar menghadirkan Dr. Dini Maulia, S.S., M.Hum sebagai keynote speaker.
Kegiatan ilmiah ini turut diisi dengan pemaparan materi oleh dosen perwakilan Universitas Bung Hatta, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Riau.
Selain, kegiatan dilanjutkan sesi panel dosen serta presentasi paralel mahasiswa sebagai wadah berbagi hasil penelitian dan pengalaman akademik.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, M.Hum.
Selanjutnya, rangkaian kegiatan ditutup dengan laporan kepengurusan ASPBJI Korwil Sumbar–Riau serta pemilihan ketua baru untuk periode 2026–2030.
“Melalui musyawarah, Idrus, S.S., M.Hum., Ph.D dari Unand terpilih sebagai Ketua ASPBJI Korwil Sumbar–Riau,” terang pihak fakultas.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan ASPBJI Korwil Sumbar–Riau terus menjadi wadah kolaborasi, pengembangan keilmuan.
Juga menjadi penguatan jejaring akademik bagi dosen, guru, mahasiswa, serta pemerhati bahasa Jepang di Sumbar dan Riau. (*)

