Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    AmakoMedia – Berita Terpercaya dan AkuratAmakoMedia – Berita Terpercaya dan Akurat
    • Beranda
    • Nasional

      Persiapan Iven BOM Run 2026 Masuki Tahap Akhir

      Juli 8, 2026

      Antisipasi Scam Digital, OJK Beri Penguatan pada Konsumen

      Juli 7, 2026

      Kepala BNPB: Nilai Bantuan Pembangunan Huntap Mandiri Diusulkan Naik

      Juli 6, 2026

      Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin, Dua Heli Water Booming Dikerahkan

      Juli 1, 2026

      Raih Peringkat Excellent, Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe Tuntaskan Pendidikan di RJNDC Yordania

      Juni 16, 2026
    • Metro

      Agar Bansos Terarah, Kelurahan Gates Nagari Nan XX Gencarkan Program Perlinsos

      Juli 9, 2026

      Tersangka Kasus Jembatan Sikabu Bertambah, IF Diancam Hukuman Seumur Hidup

      Juli 8, 2026

      Tambah 15 Lagi Warisan Budaya Sumbar Ditetapkan Jadi WBTb

      Juli 8, 2026

      Bapenda Bantah Isu Isi BBM di Sumbar Wajib Lunas Pajak Kendaraan

      Juli 8, 2026

      Tak Kuat Nanjak, Truk Mundur dan Gilas Kernetnya

      Juli 7, 2026
    • Ekonomi

      Tim Ahli DPRD Sumbar Kaji Penyebab Deviden Bank Nagari Turun

      Juli 7, 2026

      Rahmat Saleh Dukung Langkah Bersih-Bersih 750 BUMN

      Juli 1, 2026

      Resmi, Pemko Padang Gandeng BNS Untuk Pembayaran Gaji ASN dan Transaksi RUDK

      Juli 1, 2026

      Kembangkan Wisata Kuliner Pasar Tanah Kongsi, Pemko Padang Kolaborasikan Dua Aspek

      Juni 28, 2026

      BPS Canangkan SE2026 di Sumbar, Sonny: Sensus Ekonomi Tidak Terkait Kepentingan Perpajakan

      Juni 28, 2026
    • Olahraga

      Swiss dan Argentina Bertemu di Perempat Final, Siapa yang Lebih Unggul?

      Juli 8, 2026

      FPTI Sumbar Bersiap Gelar Rakerprov, Tentukan Pengurus Baru dan Arah Pembinaan

      Juli 7, 2026

      Kepengurusan KONI Sumbar Digoyang, BAKI Putuskan Tolak Permohonan Pemohon

      Juli 6, 2026

      Dipilih PB FORKI, Tiga Karateka Sumbar Perkuat Timnas di Ajang SEAKF di Vietnam

      Juli 6, 2026

      Mampukah Erling Haaland dan Tim Tundukan Brazil di 16 Besar?

      Juli 1, 2026
    • Teknologi

      Pantau Kondisi Meteorologi Maritim, BMKG Operasikan Radar Frekwensi Tinggi di Pariaman

      Juli 3, 2026

      Fasilitas Robotic Surgery Perkuat Layanan Kesehatan RSU Bunda Padang

      Juli 2, 2026

      Bantu Aktivitas Pelari Pemula, Garmin Luncurkan Dua Tipe Smartwatch

      Mei 13, 2026

      Mobil Listrik China Buat Honda Ketar Ketir, Ini Tanggapan Toshihiro Mibe…

      April 26, 2026

      Telkomsel Perkuat Konektivitas Telekomunikasi di Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik

      Maret 26, 2026
    • Edukasi

      UNP Ajari 60 Asisten Dosennya Cara Buat Riset dan Publikasi Ilmiah

      Juli 7, 2026

      Prodi Saje Unand Tuan Rumah Seminar dan Lokakarya ASPBJI Korwil Sumbar–Riau 2026

      Juni 28, 2026

      Lagi Tujuh Guru Besar Dikukuhkan, Unand Pertegas Komitmen Jadi PTN Riset Bereputasi

      Juni 27, 2026

      Cegah Aksi Bullying di Sekolahan, Disdikbud Mentawai Bentuk Satgas

      Juni 26, 2026

      Pemko Sawahlunto Imbau ASN Beli Seragam Sekolah ke Pelaku UMKM Lokal

      Juni 16, 2026
    • Kesehatan

      Fasilitas Robotic Surgery Perkuat Layanan Kesehatan RSU Bunda Padang

      Juli 2, 2026

      IPCN Salah Satu Elemen Penting Pelayanan Kesehatan di RS

      Juni 20, 2026

      Kompentensi IPCN Sumbar Diupgrade dalam Seminar PPI

      Juni 20, 2026

      Antisipasi Hantavirus Masuk, Menkes RI: Pemerintah Perkuat Sistem Skrining

      Mei 7, 2026

      Apa Itu Hantavirus? Bahayakan, Ini Penjelasan CDC AS….!

      Mei 5, 2026
    • Opini

      Ancaman Pidana Minimum Korupsi Diturunkan, Apakah Sejalan dengan Semangat Pemberantasan Korupsi?

      Juni 26, 2026

      Mulainya Kurang Peminatan Permainan Tradisional pada Generasi Muda Minangkabau

      Juni 25, 2026

      Surau di Minangkabau: Jantung Pendidikan, Budaya, dan Pembentukan Karakter Masyarakat

      Juni 22, 2026

      Mengembalikan Budaya Tidur di Surau di Minangkabau

      Juni 17, 2026

      Tari Pasambahan: Ungkapan Penghormatan dalam Budaya Minangkabau

      Juni 11, 2026
    Beranda » Opini » Mengembalikan Budaya Tidur di Surau di Minangkabau
    Opini

    Mengembalikan Budaya Tidur di Surau di Minangkabau

    adminBy adminJuni 17, 20265 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp Copy Link

    Oleh : Rezky Pratama, Mahasiswa Universitas Andalas, Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Sastra Minangkabau

    Budaya tidur di surau dalam Minagkabau adalah tradisi turun temurun dari pendahulu orang Minangkabau yang pada saat ini di zaman sekarang sudah ditinggalkan bahkan hampir punah.

    Budaya tidur surau adalah salah satu upaya untuk pembelajaran bagi seorang laki-laki yang hendak menuju dewasa sebelum dia pergi merantau.

    Didalam surau, seorang laki-laki diajarkan pendidikan agama Islam dan moral, bagi seorang laki-laki Minang dan muslim sejati yang taat beribadah, dan jauh dari kata melanggar perintah dan larangan tuhanya.

    Dalam budaya Minangkabau, laki-laki tidak ada yang tidur di rumah kecuali saat dia sudah menikah. Masih dalam budaya Minangkabau, laki-laki yang sudah baligh dan sudah melaksanakan khitan harus tinggal di surau dan tidak ada yang tinggal di rumahnya sendiri.

    Karena mereka akan mendapat pendidikan moral dan ilmu kedewasaan yang bisa di
    pakai sampai mati.

    Pada umumnya, laki-laki ke rumah cuma untuk makan dan bersiap-siap membantu orang tuanya bekerja, dan pada malam harinya dia pergi ke surau untuk mengaji dan belajar ilmu pertahanan diri yaitu Silat.

    Namun di era sekarang, hal itu sudah lama hilang, kendati budaya ini masih ada tapi sedikit kemungkinan hal itu terjadi.

    Tidur di surau bersama sepertinya sudah hampir punah pada zaman sekarang, karena mereka lebih memilih tidur di ruamh dengan selimut yang hangat dan kasur yang empuk.

    Dimana hal itu tidak dapat kita dapatkan saat kita tidur di suarau, karena di surau kita hanya tidur mengunakan kain sarung saja dan tidur bersama di surau bersama para guru dan Kiai.

    Tidur di surau dari segi pendidikan dan moral sangat baik, namun hal itu tidak ada lagi karena ada beberapa faktor:

    1. Perubahan Gaya Hidup

    Dulu hiburan dan aktivitas malam terbatas, jadi anak-anak sering berkumpul di surau-surau untuk mengaji, belajar agama dan tidur bersama, sekarang banyak yang lebih memilih berada di rumah dengan TV, internet, game atau media sosial lainnya.

    2. Berubahnya Pola Pendidikan

    Dulu surau berfungsi sebagai pusat pendidikan agama,sekarang banyak anak belajar di sekolah, madrasah, TPQ atau pesantren sehingga tidak perlu menginap di surau.

    3. Kekhawatiran Orangtua

    Banyak orangtua kini lebih nyaman jika anak tidur di rumah karena alasan keamanan, kesehatan dan pengawasan.

    4. Fungsi Surau Berubah

    Di banyak daerah, surau sekarang lebih difokuskan untuk salat dan kegiatan ibadah tertentu, bukan sebagai tempat menginap anak-anak.

    5. Lingkungan Sosial Berbeda

    Dulu budaya gotong royong dan kehidupan kampung sangat kuat. Sekarang masyarakat lebih individual dan aktivitas warga lagi tidak lagi terpusat di surau.

    Meski begitu, di beberapa daerah di Indonesia, terutama yang masih kuat tradisi Islamnya, kebiasaan menginap di surau untuk belajar agama atau kegiatan Ramadan masih bisa ditemukan

    Solusi Mengembalikan Tradisi yang Memudar

    Budaya tidur di surau merupakan salah satu tradisi penting dalam masyarakat Minangkabau.

    Pada masa lalu, surau tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan agama, pembentukan karakter, penguatan adat, dan tempat tinggal bagi anak laki-laki yang telah memasuki usia remaja.

    Melalui kehidupan di surau, generasi muda belajar mengaji, memahami Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), serta membangun kemandirian dan rasa tanggung jawab.

    Namun, perkembangan zaman, perubahan pola hidup keluarga, serta pengaruh teknologi menyebabkan tradisi ini semakin berkurang.

    Oleh karena itu, diperlukan berbagai langkah untuk menghidupkan kembali budaya tidur di surau. Nampaknya perlu dilakukan revitalisasi fungsi surau sebagai pusat pembinaan generasi muda.

    Pengurus surau bersama tokoh masyarakat dapat menyusun program yang menarik, seperti belajar Al Quran, kajian keislaman, pelatihan kepemimpinan, seni budaya Minangkabau, dan kegiatan olahraga.

    Dengan adanya kegiatan yang bermanfaat dan sesuai dengan minat anak-anak serta remaja, surau akan kembali menjadi tempat yang diminati.

    Sisi lain, dukungan dari keluarga sangat penting. Orangtua perlu memahami bahwa tidur di surau bukan sekadar tradisi lama, tetapi juga sarana pendidikan karakter.

    Orangtua dapat mendorong anak-anak mereka untuk mengikuti kegiatan surau secara bertahap, misalnya dimulai pada malam akhir pekan atau saat liburan sekolah. Dengan demikian, anak tidak merasa dipaksa dan dapat beradaptasi secara perlahan.

    Selanjutnya, pemerintah daerah dan lembaga adat perlu memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan surau.

    Bantuan berupa perbaikan fasilitas, penyediaan perlengkapan tidur, sanitasi yang memadai, serta dukungan dana kegiatan akan membuat surau lebih nyaman dan layak digunakan.

    Surau yang bersih, aman, dan terawat akan meningkatkan minat masyarakat untuk kembali menghidupkan tradisi tersebut.

    Pemanfaatan teknologi dapat dijadikan sarana pendukung, bukan penghambat. Kegiatan surau dapat dipromosikan melalui media sosial untuk menarik minat generasi muda.

    Selain itu, materi pembelajaran agama dan adat dapat dikombinasikan dengan metode digital yang lebih interaktif sehingga tidak terkesan kuno atau membosankan.

    Perlu dibangun kerja sama yang erat antara ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, pemuda, dan masyarakat. Semua unsur tersebut harus memiliki visi yang sama dalam menjaga warisan budaya Minangkabau.

    Kegiatan bersama seperti malam bina iman dan takwa, pesantren Ramadan, serta peringatan hari besar Islam dapat menjadi momentum untuk membiasakan kembali anak-anak tidur di surau.

    Dengan langkah-langkah tersebut, budaya tidur di surau dapat dihidupkan kembali secara bertahap.

    Tradisi ini bukan hanya mempertahankan warisan budaya Minangkabau, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, mandiri, bertanggung jawab, serta memahami nilai-nilai agama dan adat yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau. (*)

    (Disclaimer: isi dalam tulisan diluar tanggung jawab penerbit)

    budaya minangkabau etika opini tradisi tidur di surau
    Share. Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Email Copy Link

    Berita Terkait

    Opini Juni 26, 2026

    Ancaman Pidana Minimum Korupsi Diturunkan, Apakah Sejalan dengan Semangat Pemberantasan Korupsi?

    Opini Juni 25, 2026

    Mulainya Kurang Peminatan Permainan Tradisional pada Generasi Muda Minangkabau

    Opini Juni 22, 2026

    Surau di Minangkabau: Jantung Pendidikan, Budaya, dan Pembentukan Karakter Masyarakat

    Opini Juni 11, 2026

    Tari Pasambahan: Ungkapan Penghormatan dalam Budaya Minangkabau

    Leave A Reply Cancel Reply

    Tentang AmakoMedia
    Tentang AmakoMedia

    Media nasional AmakoMedia menyajikan berbagai macam berita, artikel, opini yang terpercaya, akurat dan terkini.

    Alamat :
    Perumahan Siteba Jalan Pasaman II no. 170 Kota Padang, Sumatera Barat, Padang, Sumatera Barat.

    Email : admin@amakomedia.com

    Berita Terbaru

    Agar Bansos Terarah, Kelurahan Gates Nagari Nan XX Gencarkan Program Perlinsos

    Juli 9, 2026

    Tersangka Kasus Jembatan Sikabu Bertambah, IF Diancam Hukuman Seumur Hidup

    Juli 8, 2026

    Persiapan Iven BOM Run 2026 Masuki Tahap Akhir

    Juli 8, 2026

    Mendaftar ke Newsletter

    Dapatkan berita terbaru dengan mendaftar ke Newsletter

    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 Designed by Nextgen.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.