Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    AmakoMedia – Berita Terpercaya dan AkuratAmakoMedia – Berita Terpercaya dan Akurat
    • Beranda
    • Nasional

      Pascagempa di Sulut, Terdeteksi Air Laut Naik, Warga Pesisir Diminta Jauhi Pantai

      Juni 8, 2026

      Hoax Program Haji Gratis, Kemenag Ingatkan Agar Pedomani Kanal Resmi Pemerintah

      Mei 20, 2026

      Sidang Isbat Tetapkan Idul Adha 2026 pada Rabu, 27 Mei 2026

      Mei 17, 2026

      Satu Korban Meninggal Akibat Erupsi Gunung Dukono Ditemukan

      Mei 9, 2026

      Dua WNA di Gunung Dukono Masih Dicari Tim SAR Gabungan

      Mei 8, 2026
    • Metro

      Secara Komprehensif, Tim Ahli DPRD Sumbar Bedah Perda No.5/2020

      Juni 10, 2026

      Kapendam XX/TIB: Peluru Nyasar di UNP Diduga Kuat dari Hasil Latihan Nembak Anggota

      Juni 8, 2026

      Andalkan Dashboard Pembangunan, Pemprov Sumbar Targetkan 26 OPD Raih Predikat Informatif

      Juni 5, 2026

      Indomobil eMotor Sambangi Kota Padang, Buka Babak Baru Mobilitas Listrik yang Semakin Mudah dan Terjangkau

      Juni 4, 2026

      Masukan BPN Kabupaten Kota dalam Penilaian, Penasehan PJKIP Apresiasi KI Sumbar

      Juni 4, 2026
    • Ekonomi

      Rupiah Terpuruk, Rahmat Saleh Desak Pemerintah Stabilkan Nilai Uang

      Juni 9, 2026

      Gelontokan Dana Hampir Rp 1 Triliun, Haji Isam Jadikan Saham PACK Naik 9,86 Persen

      Mei 18, 2026

      PE Capai 5,07 Persen, Muhidi Apresiasi Pemprov Sumbar

      Mei 11, 2026

      Makin Permudah Bayar Pajak Ranmor, Sumbar Luncurkan Samsat Kiosk

      Mei 10, 2026

      Pasbar – Mandailing Natal Bahas Rencana Jalan Penghubung

      Mei 9, 2026
    • Olahraga

      Kokohkan Sinergitas, Polresta Padang Inisiasi Lomba Lari 5K

      Juni 7, 2026

      Tayangkan Piala Dunia 2026 bagi Masyarakat, Telkomsel – TVRI Lakukan Kolaborasi

      Mei 29, 2026

      Sempat Diprotes Vietnam, FIFA Cepat Perbaiki Laman Resminya

      Mei 22, 2026

      Diprediksi Lionel Messi Berhadapan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026

      Mei 18, 2026

      Sempat Bermain 13 Musim, Dani Carvajal Bakal Tinggalkan Real Madrid

      Mei 17, 2026
    • Teknologi

      Bantu Aktivitas Pelari Pemula, Garmin Luncurkan Dua Tipe Smartwatch

      Mei 13, 2026

      Mobil Listrik China Buat Honda Ketar Ketir, Ini Tanggapan Toshihiro Mibe…

      April 26, 2026

      Telkomsel Perkuat Konektivitas Telekomunikasi di Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik

      Maret 26, 2026

      KPID Sumbar Diusulkan juga Awasi Konten pada Media Sosial

      Maret 16, 2026

      Pertegas Komitennya jadi Green Province, Sumbar – Supreme Energy Bangun PLTP Unit-2

      Oktober 16, 2025
    • Edukasi

      Hongkong Red Cross Bantu School Kit bagi Ribuan Anak Terdampak Bencana Sumbar

      Juni 2, 2026

      Jadwal Penerimaan Siswa Baru Dibuka Serentak di Kota Padang, Lihat Tanggalnya…

      Juni 2, 2026

      Kemungkinan Bangunan SR di Tanjuang Alam Tanahdatar Ada Tiga Lantai

      Mei 21, 2026

      Cek Hasil UTBK-SNBT 2026, Calon Mahasiswa Disarankan Lihat Link Resmi

      Mei 18, 2026

      SR Nagari Tanjung Alam Butuh Akses Jalan, Ini Akan Direalisasikan BPJN dan Pemkab

      Mei 18, 2026
    • Kesehatan

      Antisipasi Hantavirus Masuk, Menkes RI: Pemerintah Perkuat Sistem Skrining

      Mei 7, 2026

      Apa Itu Hantavirus? Bahayakan, Ini Penjelasan CDC AS….!

      Mei 5, 2026

      Pererat Kekeluargaan, Civitas Hospitalia RSUP Dr M Djamil Adakan Halalbihalal

      Maret 25, 2026

      Pastikan Kesehatan Penumpang dan Sopir, JR Sumbar Beri Layanan Kesehatan

      Maret 24, 2026

      Seorang Anak Digigit Anjing Liar di Salah Satu Lokasi Wisata di Kota Padang

      Maret 20, 2026
    • Opini

      Tari Pasambahan: Ungkapan Penghormatan dalam Budaya Minangkabau

      Juni 11, 2026

      Mengenal Rangkaian Unik Pernikahan Adat Nagari Air Bangis “Basandiang duo”

      Juni 10, 2026

      Kekah dan Tradisi Syukuran Kelahiran Anak di Minangkabau

      Mei 25, 2026

      Tradisi Batagak Gala Marapulai di Kelurahan Gurun Laweh Nagari Nan XX

      Mei 25, 2026

      Salah Bicara, Salah Negara: Dampak Ucapan Pejabat terhadap Publik

      April 28, 2026
    Beranda » Opini » Tari Pasambahan: Ungkapan Penghormatan dalam Budaya Minangkabau
    Opini

    Tari Pasambahan: Ungkapan Penghormatan dalam Budaya Minangkabau

    adminBy adminJuni 11, 20264 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp Copy Link

    Oleh : Annisa Aulia Putri Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

    Tari Pasambahan merupakan salah satu tarian tradisional paling khas dan bernilai tinggi dalam khazanah budaya Minangkabau, Sumatera Barat (Sumbar).

    Kata “pasambahan” berasal dari bahasa Minangkabau yang berarti “persembahan” atau “penghormatan”.

    Sesuai dengan namanya, tarian ini memang lahir sebagai wujud penghormatan dan sambutan yang tulus kepada tamu istimewa yang datang berkunjung.

    Lebih dari sekadar pertunjukan seni, Tari Pasambahan adalah cerminan filosofi hidup masyarakat Minangkabau yang menjunjung tinggi adat, tata krama, dan nilai kebersamaan.

    Sejarah dan Asal Usul

    Tari Pasambahan telah berakar dalam kehidupan masyarakat Minangkabau sejak ratusan tahun silam.

    Tarian ini berkembang seiring dengan kuatnya sistem adat Minangkabau yang mengenal istilah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah — adat bersendi syariat, syariat bersendi Al Quran.

    Dalam sistem adat yang kuat ini, setiap pertemuan dengan tamu kehormatan selalu dilandasi oleh prosesi penyambutan yang penuh makna, dan Tari Pasambahan menjadi bagian integral dari prosesi tersebut.

    Pada masa lalu, tarian ini hanya dipersembahkan dalam acara-acara besar kerajaan atau ketika menyambut tamu agung.

    Seiring berjalannya waktu, Tari Pasambahan semakin meluas penggunaannya dan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai upacara adat Minangkabau, mulai dari pesta pernikahan, pengangkatan penghulu, hingga penyambutan tamu pemerintahan.

    Makna Filosofis

    Setiap gerakan dalam Tari Pasambahan tidak lahir begitu saja, melainkan mengandung filosofi yang dalam.

    Tarian ini merepresentasikan nilai-nilai luhur masyarakat Minangkabau, yakni sikap hormat kepada tamu, ketulusan hati dalam menyambut, serta keanggunan budi pekerti yang harus tercermin dalam setiap tindakan.

    Salah satu simbol terpenting dalam Tari Pasambahan adalah carano — sebuah wadah berbentuk bundar yang terbuat dari kuningan berisi sirih, pinang, gambir, kapur, dan tembakau. Carano ini dipersembahkan kepada tamu sebagai lambang penghormatan tertinggi.

    Dalam adat Minangkabau, menerima carano dan memakan sirih di dalamnya berarti tamu telah menerima sambutan dengan sepenuh hati dan siap menjalin hubungan yang baik dengan tuan rumah.

    Gerakan dan Koreografi

    Tari Pasambahan dibawakan oleh sekelompok penari perempuan, biasanya berjumlah genap.

    Gerakan dalam tarian ini penuh kelembutan namun tetap tegap dan berwibawa, mencerminkan sosok wanita Minangkabau yang lemah lembut namun berpendirian kuat.

    Secara garis besar, koreografi Tari Pasambahan terbagi dalam beberapa bagian:

    Pembukaan, penari memasuki arena dengan langkah teratur dan penuh khidmat. Ekspresi wajah yang tenang dan senyum yang tulus menjadi bagian penting dari penampilan ini.

    Gerakan Utama, penari memperagakan berbagai gerak tangan dan tubuh yang mengalir seperti air.

    Gerakan tangan yang lentur menyerupai gelombang halus, sementara langkah kaki tetap mantap dan teratur. Beberapa gerakan khas mencerminkan kegiatan sehari-hari wanita Minangkabau seperti menenun dan meramu.

    Prosesi Persembahan, bagian klimaks di mana penari utama membawa carano dan mempersembahkannya kepada tamu kehormatan. Prosesi ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan penuh penghormatan.

    Busana dan Tata Rias

    Keindahan Tari Pasambahan juga sangat ditunjang oleh busana yang dikenakan para penari.

    Para penari mengenakan pakaian adat Minangkabau yang lengkap, terdiri dari baju kurung berbahan beludru dengan warna-warna cerah seperti merah, kuning keemasan, atau hijau.

    Kepala dihiasi dengan tikuluak tanduak — hiasan kepala berbentuk tanduk kerbau yang merupakan identitas khas wanita Minangkabau.

    Perhiasan emas seperti kalung dan gelang turut melengkapi penampilan, menambah kesan megah dan anggun.

    Tata rias wajah dilakukan secara halus untuk menonjolkan kecantikan alami para penari, sekaligus mencerminkan kesopanan dan keanggunan yang menjadi ciri khas perempuan Minangkabau.

    Iringan Musik

    Tari Pasambahan diiringi oleh musik tradisional Minangkabau yang terdiri dari talempong, saluang, gandang, dan rebab.

    Talempong — alat musik pukul berbahan kuningan — menghasilkan melodi yang khas dan merdu. Saluang, sejenis seruling bambu, menambah nuansa syahdu pada iringan musik.

    Paduan instrumen-instrumen ini menciptakan harmoni yang mampu membawa pendengar merasakan kedalaman budaya Minangkabau.

    Fungsi Sosial dan Perkembangan

    Dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, Tari Pasambahan berfungsi sebagai jembatan sosial yang mempererat tali silaturahmi.

    Tarian ini hadir dalam berbagai momen penting seperti pesta perkawinan sebagai sambutan kepada mempelai dan keluarga, upacara batagak pangulu (pengangkatan penghulu adat), serta penyambutan tamu resmi dan pejabat pemerintahan.

    Di era modern, Tari Pasambahan terus dilestarikan melalui sanggar-sanggar tari di seluruh Sumatera Barat. Para generasi muda diajarkan tarian ini sejak dini sebagai bagian dari pendidikan budaya.

    Pemerintah Sumatera Barat juga aktif mempromosikan Tari Pasambahan dalam berbagai festival budaya nasional maupun internasional, sehingga tarian ini semakin dikenal luas.

    Tari Pasambahan bukan sekadar rangkaian gerakan indah yang memanjakan mata. Ia adalah bahasa budaya yang berbicara tentang keluhuran budi, keramahan, dan martabat masyarakat Minangkabau.

    Setiap elemen dalam tarian ini — dari gerakan, busana, musik, hingga carano — merupakan kesatuan yang utuh dan sarat makna.

    Melestarikan Tari Pasambahan berarti menjaga warisan leluhur yang tak ternilai harganya, sekaligus memastikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung di dalamnya terus hidup dan relevan sepanjang zaman. (*)

    (Disclaimer: isi dalam tulisan diluar tanggung jawab penerbit)

    budaya minangkabau opini tari pasambahan
    Share. Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Email Copy Link

    Berita Terkait

    Opini Juni 10, 2026

    Mengenal Rangkaian Unik Pernikahan Adat Nagari Air Bangis “Basandiang duo”

    Opini Mei 25, 2026

    Kekah dan Tradisi Syukuran Kelahiran Anak di Minangkabau

    Opini Mei 25, 2026

    Tradisi Batagak Gala Marapulai di Kelurahan Gurun Laweh Nagari Nan XX

    Opini April 28, 2026

    Salah Bicara, Salah Negara: Dampak Ucapan Pejabat terhadap Publik

    Leave A Reply Cancel Reply

    Tentang AmakoMedia
    Tentang AmakoMedia

    Media nasional AmakoMedia menyajikan berbagai macam berita, artikel, opini yang terpercaya, akurat dan terkini.

    Alamat :
    Perumahan Siteba Jalan Pasaman II no. 170 Kota Padang, Sumatera Barat, Padang, Sumatera Barat.

    Email : admin@amakomedia.com

    Berita Terbaru

    Tari Pasambahan: Ungkapan Penghormatan dalam Budaya Minangkabau

    Juni 11, 2026

    Secara Komprehensif, Tim Ahli DPRD Sumbar Bedah Perda No.5/2020

    Juni 10, 2026

    Mengenal Rangkaian Unik Pernikahan Adat Nagari Air Bangis “Basandiang duo”

    Juni 10, 2026

    Mendaftar ke Newsletter

    Dapatkan berita terbaru dengan mendaftar ke Newsletter

    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 Designed by Nextgen.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.