Amakomedia.com – Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kementeriannya komitmen wujudkan SDM unggul melalui pendidikan vokasi industri.
Itu ia ungkapkan saat beri kuliah umum secara virtual pelantikan 2.631 lulusan dari sembilan SMK SMTI dan SMK SMAK seluruh Indonesia, Kamis (16/06/2016) kemarin.
Dalam pelantikan lulusan secara nasional ini, terdapat 216 Lulusan dari SMTI Padang. Sedangkan
Kota Padang, pelantikan secara virtual ini diadakan di Gedung Rohana Kudus.
“Pendidikan vokasi industri merupakan investasi strategis untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang akan menjadi penggerak utama transformasi industri nasional,” katanya.
Sementara, untuk pendidikan vokasi industry itu ada pada jenjang SMTI dan SMAK yang dirancang sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Agus Gumiwang menambahkan, arah pembangunan industri nasional sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industrialisasi dan hilirisasi dalam negeri.
Karena itu, ucapnya, keberadaan SDM industri yang kompeten menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi tersebut.
“Tidak ada hilirisasi tanpa laboratorium, dan tidak ada laboratorium tanpa analis. Tidak ada pabrik yang berjalan tanpa teknisi yang terampil,” tukasnya.
Ia melanjutkan, cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia tidak diwujudkan di ruang rapat, tetapi di meja laboratorium dan di lantai produksi.
“Di sanalah para lulusan SMTI dan SMAK akan mengambil peran penting,” tegasnya.
Sementara, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Doddy Rahadi menyampaikan, kualitas lulusan sekolah vokasi Kemenperin telah diakui oleh dunia industri.
“Hingga Juli 2026, sebanyak 1.483 orang atau 63,70 persen dari total 2.369 lulusan telah terserap bekerja di berbagai perusahaan industri,” kata Doddy.
Capaian ini, tukasnya, menunjukkan bahwa kompetensi lulusan SMK Kementerian Perindustrian sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Menurutnya, BPSDMI akan terus mendampingi lulusan yang masih berada dalam proses pencarian kerja.
Bagi para lulusan yang masih dalam proses rekrutmen, lanjutnya, BPSDMI bersama SMK akan memberikan asistensi selama tiga bulan ke depan untuk pencarian kerja.
“Apabila dalam enam bulan masih belum terserap, akan diberikan program penguatan kompetensi spesifik maupun fasilitasi pemagangan guna mempercepat penempatan kerja,” jelas Doddy.
216 Lulusan SMTI Padang
Di sisi lain, bagi SMTI Padang, pelantikan lulusan ini sebagai bagian dalam menghasilkan SDM berkualitas yang siap memasuki persaingan global dan berkiprah di dunia usaha dunia industri (DUDI).
Sebagai salah satu sekolah vokasi unggulan milik Kemenperin, lulusan SMK SMTI Padang termasuk yang paling dinantikan dunia industri.
Terbukti terjalinnya kemitraan dengan sejumlah perusahaan besar sehingga tahapan rekrutmen sudah dimulai sejak Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Diawali dengan pembinaan melalu kelas khusus seperti yang di lakukan oleh PT Mayora Indah Tbk dengan Program Mayora Academy.
Perkuat Pembangunan SDM
Hal itu sejalan dengan komitmen Kemenperin untuk terus memperkuat pembangunan SDM industri yang unggul, kompeten.
Siap kerja, dan berdaya saing global sebagai fondasi dalam mewujudkan visi Indonesia menjadi negara industri maju.
Kepala SMTI Padang, Sylvi mengatakan, serapan lulusan sekolahnya tahun ini cukup signifikan. Salah satunya karena adanya kerja sama dengan PT Mayora Indah Tbk.
Kerja Sama dengan PT Mayora Indah Tbk
Bersama perusahaan besar nasional itu, pihaknya laksanakan seleksi Mayora Academy untuk pembinaan link & match dengan kebutuhan industri mulai dari PPDB.
“Kerja sama ini wujud komitmen kami mengantarkan siswa menjadi tenaga kerja industri yang kompetitif,” katanya.
Sylvi menjelaskan, hasil seleksi Mayora Academy pada kelulusan 2026, ada sebanyak 53 siswa yang akan langsung ditempatkan bekerja dan jadi karyawan di PT Mayora Indah Tbk.
Sedangkan yang masih kelas XI yang akan naik kelas XII ada 86 orang mengikuti program Mayora Academy. Begitu juga di kelas X yang akan naik kelas XI ada 110 orang.
100 Persen Lulusan Miliki Kompetensi Standar BNSP
Pada pelantikan lulusan Angkatan ke-58 SINTEGRA’23, 99,08 persen 216 atau lulusan resmi dikukuhkanm dan 100 persen dinyatakan kompeten melalui uji kompetensi BNSP.
Berdasarkan data penelusuran lulusan hingga hari pelantikan, 60,19 persen lulusan telah terserap, terdiri atas 37,04 persen bekerja di berbagai perusahaan.
Sebanyak 23,15 persen melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara sisanya mengikuti proses rekrutmen menunggu umur 18 tahun yang terus dipantau oleh sekolah.
Sebanyak 191 lulusan atau 87.60 persen tersertifikasi TOEIC. Pencapaian assesment TVET 4.0 dengan skor 2,13 merupakan capaian terbaik tingkat SMK di lingkup BPSDMI Kemenperin RI.
Dan 100 persen lulusan menerima sertifikasi nasional LSP P1 dari BNSP dengan 10 skema teknik kimia industri dan teknik otomasi industri serta sertifikasi HSEQ Vapro Belanda.
“Capaian tersebut melanjutkan tren positif yang ditunjukkan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia industri,” tukas Silvi.
Dia melanjutkan, tingginya serapan lulusan yang konsisten di atas 95 persen menjadi daya tarik utama sekolah ini.
Bahkan, pada tahun ajaran 2024/2025, tingkat serapan telah mencapai 81,42 persen sebelum seluruh lulusan memenuhi usia kerja minimum.
Para lulusan itu diproyeksikan terserap sepenuhnya dalam beberapa bulan berikutnya.
Komit Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Menurut Sylvi, seiring meningkatnya animo orangtua menyekolahkan putra-putrinyadi SMTI Padang, pihaknya semakin konsisten tingkatkan sistem pembelajaran sesuai arahan Kemenperin.
“Kualitas lulusan akan terus kami tingkatkan dengan menjalankan pembekalan penguatan kompetensi .melalui sertifikasi, baik nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu hadir juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar Novrial dan pejabat Pemko Padang. (*)

