Amakomedia.com – Sang “Crazy Rich Kalsel” Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam tak lepas dari pantauan publik.
Kali ini ia menggelontorkan uang hampir Rp 1 triliun atau tepatnya Rp936,65 miliar dengan memborong saham emiten nikel, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK).
Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Haji Isam melaporkan telah memborong 6.836.867.700 (6,83 miliar) saham PACK.
Transaksi tersebut dilakukan saat harga saham PACK berada di level Rp137 per saham sehingga nilai transaksinya diperkirakan mencapai Rp936,65 miliar.
Bahkan masuknya Haji Isam, menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan saham PACK hingga 9,86 persen ke level Rp312 per lembar saham.
Sekaligus, langkah ini menjadi angin segar bagi implementasi hilirisasi nikel di Indonesia.
Dalam keterbukaan informasi BEI terbaru, menyebut, transaksi itu dilakukan pada harga Rp137 per saham dengan tujuan investasi.
“Tujuan transaksi adalah investasi, kepemilikan saham langsung,” sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu, (13/5/2026).
Sementara Senior Technical Analyst Institutional Division Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Alfatih, mengatakan banyak hal positif yang terjadi di PACK.
“Masuknya Haji Isam sebagai investor di saham PACK adalah adanya dukungan modal,” ujarnya dikutip Minggu (17/5/2026).
Tidak itu saja, juga terbuka peluang ekspansi, serta kolaborasi dengan sister company atau perusahaan-perusahaan milik Haji Isam
Sebagai informasi, PACK sebelumnya diketahui bernama PT Solusi Kemasan Digital Tbk.
Perseroan sebelumnya bergerak sebagai emiten kemasan sebelum bertransformasi menjadi holding pertambangan nikel. (*)
