Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    AmakoMedia – Berita Terpercaya dan AkuratAmakoMedia – Berita Terpercaya dan Akurat
    • Beranda
    • Nasional

      Salurkan Bantuan Rp358 Juta, Mensos Minta Pemkab Solok Data Akurat Warga Terdampak Bencana

      Oktober 8, 2026

      Didukung Dana Indonesiana, Iven Residensi Patung Internasional Perdana Digelar di Sumbar

      Oktober 6, 2026

      Satu Warga Terluka dan 23 Rumah Rusak Akibat Gempa M6,1 di Pulau Sumba

      Oktober 4, 2026

      Didukung DPP, Aksi CFD Alumni UBH Bakal Jadi Gerakan Nasional

      Oktober 1, 2026

      Sinergi IAS dan BNI: Pesan Asisten Bandara Joumpa Jadi Lebih Praktis Lewat Kanal Digital

      September 30, 2026
    • Metro

      Alat Berat Dikerahkan Bersihkan Longsor Palembayan, Jalur Padang Koto Gadang Segera Dipulihkan

      Oktober 18, 2026

      Pencarian Hari Pertama Nihil, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Pemancing Mentawai Senin Pagi

      Oktober 18, 2026

      Hujan Deras Picu Longsor 25 Meter di Labuah Sampik Agam, Jalan Terputus

      Oktober 18, 2026

      Titik Balik Ahmed Jamend: Resmi Rilis Single Perdana “Crazyman” di Platform Digital

      Oktober 18, 2026

      Aki EWS Banjir BPBD Padang Digondol Maling

      Oktober 17, 2026
    • Ekonomi

      Bunga Kredit Turun, Angsuran ASN Kini Lebih Ringan

      Oktober 17, 2026

      Fasilitasi Turis, BIM Bakal Sediakan Counter Digital Ask Me About Mentawai

      Oktober 14, 2026

      Dongkrak Pendapatan Daerah, Pemkab Mentawai Terapkan QRIS dalam Transaksi Surfing Tax

      Oktober 14, 2026

      Sumbar Pacu Digitalisasi 740 Ribu UMKM Lokal

      Oktober 12, 2026

      Redam Lonjakan Harga Cabai, GPM Padangpanjang Bantu Ringankan Modal Usaha Kecil

      Oktober 8, 2026
    • Olahraga

      Kejurnas Tinju Amatir 2026: Tiga Kesatria Sumatera Barat Siap Tempur di Pluit Village Mall

      Oktober 18, 2026

      65 Kuda Siap Berlaga di Open Race Bupati Cup 2026 di Tanahdatar

      Oktober 17, 2026

      PASI Padang Tambah Dua Emas di Porprov XVI Sumbar, Target Juara Umum Makin Dekat

      Oktober 10, 2026

      Borong 3 Emas dan 1 Perak, Tim Balap Motor Padang Optimistis Segel Juara Umum Porprov Sumbar 2026

      Oktober 8, 2026

      Didominasi Taekwondo, Kontingen Pessel Sabet 8 Medali di Porprov 2026

      Oktober 5, 2026
    • Teknologi

      Gerakan Ekoteologi, UIN Bukittinggi Ubah Limbah Dapur Jadi Pupuk Hayati

      Oktober 15, 2026

      Internetan Makin Satset Bareng Halo Optima, Paket Pascabayar Baru Kasih Kuota Jumbo dan Proteksi Anti-Spam

      September 24, 2026

      Menuju Panggung Dunia, Dua Lulusan SMTI Padang Bertanding di Bidang Industri 4.0

      September 22, 2026

      BRIN Mengaku Sedang Lakukan Peneltitan Penggunaan Tepung Atasi Karhutla

      Agustus 31, 2026

      APJII Sumbar Dukung Aparat Tertibkan ISP Tanpa Izin Operasi

      Agustus 26, 2026
    • Edukasi

      Kabut Asap Masih Pekat, Pemkab Agam Perpanjang PJJ hingga 21 Oktober 2026

      Oktober 18, 2026

      Masuk Jajaran 10 Besar Nasional, UNP Targetkan Bina 530 Desa pada 2029

      Oktober 16, 2026

      Kualitas Udara Memburuk, Dinas Pendidikan Kota Padang Kembali Terapkan Belajar Daring Bagi PAUD-SMP

      Oktober 8, 2026

      Diikuti 33 Siswa, MTsN 4 Pasaman Barat Jadi Tuan Rumah Olimpiade Madrasah se SumbarĀ 

      Oktober 5, 2026

      Kolaborasi Pentahelix Unand dan Pemerintah Daerah demi Penguatan Resiliensi Bencana Sumbar

      September 30, 2026
    • Kesehatan

      Kabut Asap Memburuk, Pasaman Perpanjang Sekolah Daring hingga 21 Oktober

      Oktober 17, 2026

      Kasus Pernapasan di Pasaman Melonjak, RSUD TIB Lakukan Analisis Mendalam

      September 16, 2026

      Imbas Kasus Dugaan Keracunan Massal, Pemkot Pariaman Tutup SPPG

      September 14, 2026

      Wujudkan Masyarakat Sehat, Pemkab Agam Kolaborasi Hadirkan Rumah Sakit Modern di Ampang Gadang

      September 9, 2026

      Lindungi Warga dari Bahaya ISPA, Kapolsek Padang Selatan Pimpin Aksi Pembagian Masker Pedagang

      September 9, 2026
    • Opini

      Sertifikat Tanah Elektronik: Janji Kepastian Hukum di Tengah Keraguan Publik

      Juli 24, 2026

      Jam Pulang Sekolah Pukul 14.00 : Ketika Niat Mendidik Justru Membuka Ruang Kenakalan Remaja

      Juli 22, 2026

      Ancaman Pidana Minimum Korupsi Diturunkan, Apakah Sejalan dengan Semangat Pemberantasan Korupsi?

      Juni 26, 2026

      Mulainya Kurang Peminatan Permainan Tradisional pada Generasi Muda Minangkabau

      Juni 25, 2026

      Surau di Minangkabau: Jantung Pendidikan, Budaya, dan Pembentukan Karakter Masyarakat

      Juni 22, 2026
    Beranda Ā» Opini Ā» Tradisi Batagak Gala Marapulai di Kelurahan Gurun Laweh Nagari Nan XX
    Opini

    Tradisi Batagak Gala Marapulai di Kelurahan Gurun Laweh Nagari Nan XX

    adminBy adminMei 25, 20264 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp Copy Link

    Oleh: Risnaldi Putra, Mahasiswa Universitas Andalas Sastra Minangkabau

    Minangkabau adalah suatu wilayah di Indonesia yang mempunyai adat istiadat.yang mempunyai ciri khas, salah satu tradisi yang di lakukan oleh masyarakat Minangkabau adalah tradisi batagak gala marapulai yang diselenggarakan oleh masyarakat Minangkabau.

    Batagak gala adalah sebuah prosesi pemberian gala atau gelar pada laki laki Minang yang sudah dewasa dan baru menikah, gelar ini di berikan oleh mamak kepada kemenakan laki-lakinya.

    Pada dasarnya masyarakat Minangkabau sangatlah berpegang teguh pada falsafah yang di anutnya turun temurun dalam membentuk sebuah tradisi salah satunya adalah tradisi batagak gala marapulai.

    Di Minangkabau terdapat pepatah yang berbunyi ā€œketek banamo, gadang bagalaā€ yang artinya kecil memiliki nama ketika sudah dewasa memiliki gelar.

    Gelar ini diberikan sebelum resepsi atau perhelatan di pihak marapulai atau pengantin laki-laki. Gelar tersebut akan dipakai di rumah istrinya sebagai urang sumando.

    Secara adat, sifat kedudukan sumando terbagi menjadi dua, yang pertama yaitu menjadi pendatang dalam rumah istrinya dan kedua merupakan orang yang harus dihormati.

    Gelar ini juga sekaligus untuk membedakan laki-laki yang sudah menikah dengan laki-laki yang belum menikah dalam masyarakat Minang.

    Di Minangkabau terdapat tiga gelar pusaka yang berbeda sifat ,yaitu yang pertama gala mudo (gelar muda), gala sako (gelar pusaka kaum), gala sangsako (gelar kehormatan).

    Gelar yang diberikan biasanya dikaitkan dengan ciri sifat, fisik dan status orang yang akan menerimanya. Gelar yang diberikan pada mempelai laki-laki yang sudah menikah.

    Hingga saat era modernisasi ini, tradisi batagak gala marapulai ini masih dilakukan oleh masyarakat, misalnya di Kelurahan Gurun Laweh Nan XX, Kecamatan Lubuak Bagaluang (Lubeg), Kota Padang.

    Masyarakat Minang di kelurahan ini benar-benar menjaga asas dan nilai-nilai adat Minang dan mengaktualisasikan tradisi batagak gala marapulai yang merupakan bagian dari prosesi adat pernikahan.

    Tradisi batagak gala marapulai termasuk adat yang diadatkan, sesuai dengan ungkapan “adat nan indak lakang dek paneh nan indak lapuak dek hujan dengan artian bahwa adat yang diadatkan adalah adat yang takkan hilang, tak akan tergerus oleh pergantian zaman.

    Tradisi ini masih menjadi sebuah keharusan dalam prosesi perkawinan di Minangkabau, meskipun zaman telah berkembang dan semakin modern.

    Karena “pusako lamo” ini harus di bangkitkan sehingga adat ini tak akan hilang, dari niniak-niniak kito turun kamanakan, dari kamanakan turun ka cucu agar adat ini di pangku kembali.

    Tradisi ini tetap dipegang teguh, dijaga dan dilestarikan di masyarakat Minangkabau, para mamak memiliki tanggung jawab penuh terhadap pernikahan keponakanya atau biasa disebut kemenakanya.

    Setiap lelaki Minang yang akan melaksanakan pernikahan akan di beri gelar saat prosesi adat perkawinan masyarakat minangkabau.

    Sebagai laki-laki Minang apabila akan melaksanakan baralek (pernikhan) harus batagak gala nasi lamak tigo jamba yang di laksanankan di rumah orangtua kita.

    Sebelum memasuki rumah anak daro, mempelai laki-laki (marapulai) harus batagak gala di rumah orangtuanya dengan memakai silamak, sikunuik, apik ayam.

    Pelaksanaan tradisi batagak gala marapulai di Kelurahan Gurun Laweh Nan XX yakni sebagai tanda bahwa seorang lelaki telah diakui dari urang limo suku, sebab sudah diturunkan gelar pusako dari mamak kepada keponakan laki-lakinya.

    Kemudian tanda bahwa seorang anak laki-laki sudah dikatakan dewasa (akan menikah), dengan gelar pusako yang diberikan mamak, sebagai pertanda asal- usul keturunan laki-laki tersebut dari suku mana.

    Setelah marapulai diberikan gelar, maka ia akan dipanggilkan gelarnya, bukan namanya lagi.

    Lebih dari itu, dengan gelar yang telah diberikan itu, dia diharapkan dapat mempertanggung jawabkan segala tindakanya, menjaga sikap dan adab sopan santun serta dapat menjaga nama baik mamak dan kaum atas gelar yang telah di berikan oleh mamak.

    Jika batagak gala tidak dilaksanakan, maka waris itu tidak tahu akan diwariskan kepada siapa sebab yang bertugas menjaga harta pusaka adalah para mamak sesuai filosofi adat yakni ā€warih bajawek,pusako tolong batolongā€ .

    Sebab, mamak dalam masyarakat Minangkabau memiliki sikap tanggung jawab yang besar kepada kemenakanya dalam memelihara, membina serta menjamin kebahagian kemenakan dan seluruh anggota keluarganya.

    Berdasarkan hasil wawancara dengan berbagai sumber tentang eksistensi batagak gala marapulai pada era modernisasi terutama Kelurahan Gurun Laweh Nan XX ini, maka penulis memberikan kesimpulan.

    1. Masyarakat setempat di kelurahan itu masih memegang asas-asas dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya seperti nilai-nilai pendidikan berupa kepemimpinan, musyawarah, tata krama, tata bahasa serta sopan santun, dan mengaktualisasikan tradisi batagak gala marapulai termasuk kepada adat pernikahan Minang.

    2. Tradisi batagak gala marapulai termasuk kepada adat yang di adatkan, sesuai dengan ungkapan ā€adat nan indak lakang dek paneh nan indak lapuak dek ujanā€, dengan artian adat yang di adatkan adalah adat yang tak akan hilang, takkan tergerus oleh pergantian zaman.

    Tetap terjaga dan terlestarikan maka dari itu tradisi batagak gala marapulai sangatlah penting di laksanakan oleh masyarakat Minangkabau. (*)

    (Disclaimer: isi tulisan ini diluar tanggung jawab penerbit)

    batagak gala marapulai budaya opini prosesi adat
    Share. Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Email Copy Link

    Berita Terkait

    Metro September 10, 2026

    Lewat Bait Puisi, SatuPena Dorong Pertumbuhan Ekosistem Literasi Sumbar

    Opini Juli 24, 2026

    Sertifikat Tanah Elektronik: Janji Kepastian Hukum di Tengah Keraguan Publik

    Opini Juli 22, 2026

    Jam Pulang Sekolah Pukul 14.00 : Ketika Niat Mendidik Justru Membuka Ruang Kenakalan Remaja

    Opini Juni 26, 2026

    Ancaman Pidana Minimum Korupsi Diturunkan, Apakah Sejalan dengan Semangat Pemberantasan Korupsi?

    Leave A Reply Cancel Reply

    Tentang AmakoMedia
    Tentang AmakoMedia

    Media nasional AmakoMedia menyajikan berbagai macam berita, artikel, opini yang terpercaya, akurat dan terkini.

    Alamat :
    Perumahan Siteba Jalan Pasaman II no. 170 Kota Padang, Sumatera Barat, Padang, Sumatera Barat.

    Email : admin@amakomedia.com

    Berita Terbaru

    Alat Berat Dikerahkan Bersihkan Longsor Palembayan, Jalur Padang Koto Gadang Segera Dipulihkan

    Oktober 18, 2026

    Pencarian Hari Pertama Nihil, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Pemancing Mentawai Senin Pagi

    Oktober 18, 2026

    Kejurnas Tinju Amatir 2026: Tiga Kesatria Sumatera Barat Siap Tempur di Pluit Village Mall

    Oktober 18, 2026

    Mendaftar ke Newsletter

    Dapatkan berita terbaru dengan mendaftar ke Newsletter

    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 Designed by Nextgen.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.