Padang, Amakomedia.com – Meyakini pasar mobil listrik di Sumbar cukup potensial, BYD Bipo Padang sebagai diler mobil listrik di Padang makin menegaskan ambisinya.
Teranyer, diler ini MPV listrik terbarunya, BYD M6 dengan performa tujuh penumpang dirancang untuk menjawab kebutuhan keluarga modern dan juga cocok mereka berjiwa urban.
“Mobil ini dirancang sebagai kendaraan yang efisien, nyaman, ramah lingkungan,” kata Branch Manager BYD Bipo Padang, Arrify Aulia R di sela-sela acara knowledge product BYD M6
Kegiatan itu diadakan di salah satu Mall yang ada Kota Padang Minggu (26/4/2026).
Dia tidak memungkiri, di tengah tren peralihan menuju elektrifikasi yang terus menguat di Tanah Air, tidak terkecuali di Padang.
“Buktinya, sejak kami buka diler di Padang pada awal tahun 2026, permintaan akan mobil listrik BYD menunjukan tren positif. kondisi itu terus terlihat hingga April ini,” ungkapnya.
Arrify menyebut, kegiatan knowledge product BYD M6 itu sebagai langkah strategis pihaknya memperluas penetrasi kendaraan ramah lingkungan ini di wilayah Sumbar.
Kegiatan “M6 Moving Tour” itu, jelasnya, dimulai dari rangkaian perjalanan yang menyambangi destinasi wisata di Sumbar. Kegiatan ini ditutup di Basco City Mall, Padang.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berhasil menarik perhatian publik. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, mencerminkan meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik di Sumbar,” ujarnya lagi.
“BYD M6 kami hadirkan sebagai solusi nyata bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa harus khawatir soal infrastruktur,” imbuhya.
Teknologi yang diusung M6 ini, terang dia, memastikan efisiensi tinggi, sekaligus tetap nyaman untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jauh.
Arrify membeberkan, pada BYD M6, teknologi ini menjadi tulang punggung performa kendaraan. Sebagai mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV).
Mobil M6 ini beroperasi sepenuhnya menggunakan energi listrik tanpa emisi gas buang.
Ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam menekan emisi karbon di sektor transportasi.
Kemudian, sistem pengereman regeneratif yang disematkan juga membantu mengisi ulang daya baterai saat kendaraan melambat, meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan.
Mengenai desainnya, BYD M6 tampil dengan bahasa desain “Dragon Face” yang menjadi ciri khas pabrikan tersebut.
Tampilan eksteriornya modern dan dinamis, sementara interiornya menawarkan kabin luas dengan konfigurasi tujuh penumpang yang sangat diminati pasar Indonesia.
Layar sentuh berukuran 12,8 inci yang dapat diputar menjadi pusat kendali berbagai fitur, dilengkapi material interior premium untuk meningkatkan kenyamanan.
Mobil ini juga didukung dengan fitur keselamatan turut menjadi perhatian utama.
BYD membekali M6 dengan berbagai teknologi bantuan pengemudi, seperti 360-degree panoramic camera dan adaptive cruise control.
Ini memberikan visibilitas lebih baik serta membantu menjaga jarak aman saat berkendara, khususnya di perjalanan jarak jauh.
Produk ini juga dibekali sistem Vehicle-to-Load (V2L). Teknologi ini memungkinkan kendaraan berfungsi sebagai sumber listrik portabel.
Dengan paduan teknologi ini memudahkan pengguna dapat menyalakan perangkat elektronik langsung dari mobil.
Dalam berbagai demonstrasi, fitur ini bahkan digunakan untuk mengoperasikan peralatan rumah tangga seperti rice cooker, menjadikannya relevan untuk aktivitas luar ruang maupun kondisi darurat.
Menurut Arrify, fitur tersebut memiliki daya tarik kuat, terutama bagi konsumen di daerah yang membutuhkan fleksibilitas lebih dalam pemanfaatan energi.
Dengan dukungan listrik rumah tangga mulai dari 2.200 VA, sebutnya, kendaraan ini sudah sangat kompatibel dengan kebutuhan masyarakat.
“Fitur V2L juga memungkinkan mobil menjadi sumber listrik tambahan dalam berbagai situasi,” jelasnya.
Sejumlah pengamat otomotif menilai kehadiran MPV listrik seperti BYD M6 berpotensi mengubah peta persaingan di segmen kendaraan keluarga.
Selama ini, imbuhnya, segmen MPV didominasi oleh kendaraan bermesin konvensional.
Namun, dengan meningkatnya kesadaran lingkungan, insentif pemerintah untuk kendaraan listrik, pasar mulai bergerak ke arah elektrifikasi,” pungkasnya. (*)
