Padang, Amakomedia.com – Banyak orang tidak kenal dengan Rahmah El Yunusiyya, pada hal sosok ini merupakan pendiri Pesantren perempuan pertama di Indonesia.
Hal ini diperkuat penjelasan Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan dan Kementerian Kebudayaan RI, Feri Arlius.
“Buah pemikiran dari Rahmah El Yunusiyya masih relevan hingga kini,” kata Feri Arlius dalam seminar nasional membahas sosok dan kiprah Rahmah El Yunusiyya di UNP, Senin (4/5/2026).
Beliau, sebut Feri Arlius, adalah arsitek pendidikan perempuan pertama di Indonesia melalui Diniyyah Puteri.
“Di tengah keterbatasan akses pendidikan saat itu, beliau membuka jalan bagi kemandirian intelektual dan spiritual perempuan,” ungkap Feri.
Pemerintah, lanjutnya, memberikan perhatian serius terhadap pengembangan Diniyyah Puteri sebagai bagian dari warisan budaya dan sejarah pendidikan nasional.
“Keberadaan Diniyyah Puteri masih sangat relevan. Kementerian Kebudayaan akan memberikan dukungan, yang saat ini masih dalam tahap pembahasan,” katanya.
Sementara seminar nasional yang mengupas “Kiprah Rahmah El Yunusiyyah sebagai Pahlawan Nasional dalam Pengembangan Pendidikan di Indonesia” dihadiri sekitar 1.000 peserta.
Kepala Dinas Sosial Sumbar, Syaifullah selaku ketua pelaksana seminar mengatakan, kegiatan diadakan bertujuan menggali kembali pemikiran Rahmah El Yunusiyyah.
Selain itu juga mengontekstualisasikannya dengan tantangan pendidikan modern saat ini.
“Seminar diharapkan melahirkan gagasan baru serta menginspirasi generasi muda, khususnya perempuan, untuk meneladani perjuangan beliau,” ujarnya. (*)
