Amakomedia.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Padang memulangkan sepasang suami istri bersama tujuh anak mereka asal Kota Padang yang terlantar di Kabupaten Bogor.
Proses reunifikasi keluarga tersebut berlangsung secara resmi pada Sabtu (30/10/2026) di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.
Kepala Dinas Sosial Padang Eri Sendjaya memimpin langsung penyerahan keluarga tersebut kepada kerabat yang bersedia menerima kepulangan mereka.
Ia mengatakan, berdasarkan hasil asesmen, keluarga ini sempat hidup di jalanan dan mengemis di kolong flyover kawasan Simpang Cileungsi, Bogor.
“Selama delapan tahun merantau, mereka hidup berpindah-pindah tanpa memiliki dokumen kependudukan resmi seperti KTP maupun Kartu Keluarga,” ujar Eri.
Kondisi ketujuh anak mereka sangat memprihatinkan karena tidak pernah bersekolah serta terindikasi mengalami masalah kekurangan gizi buruk.
Dinsos Kota Padang, sebutnya, mengoordinasikan pemulangan ini bersama Sentra Galih Pakuan Bogor dan lembaga kesejahteraan sosial regional Sumatera.
“Sebelum dipulangkan ke Padang, keluarga tersebut telah mendapatkan pendampingan edukasi pengasuhan anak serta pemeriksaan biometrik data kependudukan,” ucapnya.
Saat penyerahan berlangsung, Dinsos memberikan bantuan paket sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar awal kehidupan keluarga tersebut.
Eri Sendjaya menyatakan, pemulangan warga terlantar ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah melalui program unggulan bernama Padang Melayani.
“Pemko berkomitmen untuk selalu hadir membantu seluruh masyarakat yang mengalami permasalahan sosial meskipun mereka berada di luar daerah,” pungkas dia.
Langkah selanjutnya, Dinas Sosial segera memfasilitasi pembuatan dokumen kependudukan serta mengupayakan anak-anak mereka agar masuk program Sekolah Rakyat. (*/wak)

