Amakomedia.com – Dua alumni SMK SMTI Padang, Berkah Langit Ramadhan dan Rijalul Zacky, mewakili Indonesia dalam ajang World Skills Shanghai 2026.
Kepala SMK SMTI Padang Sylvi menyatakan kebanggaannya atas prestasi alumninya tersebut, di Padang, Selasa (22/9/2026).
Ia menyebut kedua alumni merupakan siswa yang memang memiliki talenta dan bersungguh-sungguh dalam belajar.
“Kami merasa bangga dengan prestasi Langit dan Zacky. Mereka merupakan siswa bertalenta yang bersungguh-sungguh dalam belajar hingga pada pencapaian terbaiknya,” ujar Sylvi.
Ia mengatakan, pencapaian Langit dan Zacky selain membanggakan juga menjadi motivasi bagi seluruh siswa SMK SMTI Padang.
“Prestasi mereka menjadi motivasi untuk siswa SMK SMTI sehingga melahirkan SDM industri yang berprestasi dan berkompetensi,” tutupnya
Diketahui, dua alumni SMK SMTI Padang tersebut tergabung dalam kontingen Indonesia bersama 35 peserta lainnya untuk berbagai bidang lomba.
Kontingen telah mendarat di Tiongkok sejak Sabtu (19/9/2026) lalu untuk persiapan ajang kompetisi keterampilan vokasi terbesar di dunia, 48th World Skills Competition yang berlangsung pada 22-27 September 2026.
Kontingen Indonesia ke ajang tersebut dilepas di Kemendikdasmen dan dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Fajar Zia Ul Haq, Kamis (17/9/2026).
Ini menandai dukungan penuh pemerintah,bagi generasi muda vokasi industry yang kini berjuang membawa nama Indonesia di ajang bergengsi itu.
Kontingen ini telah mendarat di Tiongkok sejak Sabtu (19/9/2026) lalu untuk persiapan ajang kompetisi keterampilan vokasi terbesar di dunia tersebut.
Kompetisi 48th World Skills Competition yang berlangsung pada 22-27 September 2026 itu diikuti dari berbagai negara.
Dua alumni SMK SMTI Padang tersebut tergabung dalam kontingen Indonesia bersama 35 peserta lainnya untuk berbagai bidang lomba.
Mereka berdua adalah lulusan angkatan tahun pelajaran 2024/2025 SMK SMTI Padang dari 253 siswa yang diwisuda pada Oktober 2025.
Saat sekolah, Langit dan Zacky konsisten dan bekerja keras serta pernah berlaga pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang Robot Manufacturing System.
Setelah melalui seleksi ketat dan berhasil menang di tingkat provinsi, mereka berhak mewakili Sumatera Barat pada kompetisi tingkat nasional.
Setelah memenangi LKS tingkat nasional itulah, Langit dan Zacky mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada level yang lebih tinggi.
Pada World Skills ASEAN Competition 2025 di Manila, ke duanya sama-sama dinobatkan meraih Medallion for Excellence di cabang industri 4.0.
Ini pencapaian yang menjadi bagian dari total 28 medali (9 emas, 1 perak dan 9 perunggu).
Ini mengantarkan Indonesia meraih posisi ketiga di panggung keterampilan paling bergengsi se-Asia Tenggara itu.
Keberhasilan itu sekaligus membuka jalan bagi Langit dan Zacky melangkah lebih jauh lagi, mewakili Indonesia di ajang World Skills Competition Shanghai 2026.
Bagi Langit dan Zacky, perjuangan itu bukan hanya soal menang atau kalah, melainkan soal proses pembuktian diri.
Dengan ketekunan dan kerja keras selama bertahun-tahun mampu membawa siapapun menembus batas yang dulu terasa mustahil.
Dari kemenangan kecil tingkat provinsi, ke panggung nasional, lalu regional ASEAN, hingga akhirnya kini berdiri di antara talenta terbaik dunia.
Semangat itulah yang terus mereka bawa saat mengharumkan nama Sumatera Barat dan Indonesia di kompetisi keterampilan paling bergengsi di dunia. (*/wak)

