Amakomedia.com – Wamendagri Bima Arya menilai potensi dana perantau Minang sebesar Rp20 triliun dapat menjadi alternatif pembiayaan percepatan ekonomi Sumbar.
Penegasan itu diungkapan Bima Arya dihadapan para bupati dan wali kota se Sumbar dan juga unsur lainnya pada Rakor Pemantapan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Sumbar di Padang, Senin (2/11/2026).
Potensi tersebut, jelasnya, perlu dikelola melalui strategi yang tepat, termasuk membangun ekosistem ekonomi yang mampu menggerakkan berbagai sektor dan tidak hanya bergantung pada belanja pemerintah.
“Dana besar tersebut harus diarahkan pada investasi produktif dan pembangunan infrastruktur guna memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah,” ujarnya.
Setiap daerah, lanjutnya, juga harus mampu mengenali potensinya dan membangun ekosistem pertumbuhan ekonomi sesuai karakteristik masing-masing.
Masukan Wamendagri ini nyatanya disambut Gubernur Sumbar Mahyeldi dengan meminta seluruh kabupaten dan kota mempercepat investasi.
Selain itu memperkuat hilirisasi, serta mengoptimalkan sektor unggulan daerah untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.
Guna menyukseskan rencana tersebut, Mahyeldi meminta setiap kabupaten dan kota segera menyusun langkah konkret sesuai potensi dan persoalan daerah masing-masing,.
Hal itu mulai dari penetapan lokasi program, penanggung jawab, jadwal pelaksanaan, kebutuhan anggaran, hingga dukungan lintas pemerintahan.
Ia berharap, rakor ini menghasilkan tindakan nyata memperkuat investasi, meningkatkan produktivitas, mengembangkan hilirisasi, dan mempererat ekonomi antardaerah di Sumbar. (*/wak)

