Amakomedia.com – Puluhan siswa MTsN 1 Kota Pariaman diduga keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis, Senin (14/9/2026).
Sebanyak 65 korban kini dirawat.Para korban mengeluhkan gejala mual, pusing, hingga muntah. Mereka langsung dievakuasi menuju beberapa rumah sakit terdekat demi penanganan medis.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menduga menu ayam crispy menjadi pemicunya. Sebanyak 86 siswa tercatat sempat mengalami gejala tersebut.
“Pemerintah kota belum bisa menyimpulkan penyebab pastinya. Sampel makanan dan muntahan kini sedang diuji intensif di dalam laboratorium resmi,” kata Yota Balad.
Ia menyebut, masih melakukan identifikasi. Sampel makanan dan muntah sudah dibawa untuk diuji di laboratorium.
‎
Yota mengatakan pemkonya masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Dugaan sementara mengarah pada salah satu menu MBG, yakni ayam crispy.
‎
‎Meski demikian, pihaknya belum menyimpulkan menu tersebut sebagai penyebab siswa mengalami gejala keracunan.
“Sampel makanan dan muntahan siswa telah dibawa untuk menjalani pemeriksaan laboratorium,” ungkap Yota Balad.
Dari kejadian itu, suasana ruang instalasi gawat darurat rumah sakit dipenuhi korban. Beberapa siswa bahkan harus mendapatkan bantuan oksigen dari tim medis.
Sebanyak 13 siswa dirawat di RS Muhammad Yamin. Sementara itu, 52 siswa lainnya mendapatkan perawatan intensif di RS Sadikin.
Anehnya, laporan gejala keracunan hanya ditemukan di satu sekolah. Padahal, pihak SPPG mendistribusikan makanan ke enam sekolah berbeda.
Langkah selanjutnya, Pemko Pariamanmenutup sementara operasional SPPG tersebut. Penutupan dilakukan guna mendukung proses penyelidikan Badan Gizi Nasional.
Pihak pengelola yayasan SPPG belum memberikan keterangan resmi apa pun. Panggilan telepon konfirmasi media juga masih belum mendapatkan respons.
Pemerintah kini fokus menunggu hasil laboratorium keluar. Hasil tersebut akan menjadi dasar evaluasi total program makan gratis ke depannya. (*/wak)

