Amakomedia.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) resmi memulai program SMK Go Global sebagai jalur cepat (quick win) untuk menyalurkan tenaga kerja terampil ke pasar internasional.
Langkah ini diambil guna merespons tingginya krisis kekurangan tenaga kerja yang tengah melanda sejumlah negara maju di Asia dan Eropa.
Menteri P2MI, Mukhtarudin, menegaskan, ijazah sekolah saja tidak lagi cukup untuk bersaing secara global.
Ia menerangkan, melalui program SMK go Global ini, para peserta akan digembleng dengan berbagai melatih.
Mulai dari bahasa asing, sertifikasi kompetensi teknis, hingga penguatan etos kerja agar siap ditempatkan melalui jalur yang legal dan aman.
“Selesai dari pelatihan, mereka memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui secara global sehingga siap ditempatkan di luar negeri,” ujar Mukhtarudin saat Kick Off program ini di Jakarta.
Mukhtarudin mengatakan, program SMK Go Global merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan pelindungan sejak calon pekerja masih berada dalam tahap persiapan.
Dia juga menyampaikan, untuk program ini, pemerintah menargetkan penempatan awal sebanyak 40.000 pekerja migran.
“Angka ini akan dipacu hingga mencapai 500.000 tenaga kerja pada tahun 2029,” kata Mukhtarudin.
Dalam program ini, para lulusan diproyeksikan mengisi kebutuhan industri di Jepang, Jerman, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, Singapura, Turki, Polandia, hingga Maladewa.
Sedangkan bidang pekerjaan yang dibuka meliputi keperawatan (nursing), manufaktur, teknik pengelasan (welding), konstruksi, perhotelan, transportasi, dan pertanian.
“Meski dinamakan SMK Go Global, program ini juga membuka kesempatan bagi lulusan SMA, diploma, hingga sarjana (S1/S2),” ujar Mukhtarudin lagi.
Untuk siapkan para lulusan, Kementerian P2MI bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian memanfaatkan tujuh Balai Diklat Industri (BDI) termasuk BDI Padang.
“Selama masa diklat, peserta dilatih berdasarkan sesuai standar dengan permintaan (demand-driven) pasar kerja dunia,” pungkasnya.
Jadi, lanjutnya, bagi calon peserta yang berminat, pendaftaran seleksi gelombang (batch) kedua dijadwalkan akan segera dibuka pada awal September 2026. (*)

