Amakomedia.com – Mahasiswa dari Universitas Taman Siswa (Unitas) Padang menghasilkan
pupuk organik cair siap panen.
Pembuatan pupuk cair ini dihasil para mahasiswa itu saat melaksanakan kegiatan kuliah kerja nyata.
Kegiatan itu merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat tersebut dari semua program studi di kampus tersebut
Lokasi tempat mahasiswa ini KKN berada di Jorong Sampan Tanah Nagari Baru Bajanjang Kabupaten Solok.
Ketua tim KKN Unitas, Walfajri Gumanti menyebut, pembuatan pupuk cair organik ini untuk menjawab keluhan warga atas ketersediaan pupuk.
“Sebelum pembuatan pupuk cair kami buat, lebih dulu dilakukan diskusi dan observasi lansung kepada masyarakat,” kata Walfajri, Senin (24/8/2026).
Ia menyebut, dalam diskusi itu dicari permasalah yang ada, selanjutnya menemukan solusi yang pas atas permasalahn yang ada.
“Salah satu permasalan yang sering muncul dari diskusi yakni sulitnya petani dapat pupuk untuk pertanian, kalaupun ada harganya sangat mahal,” ujarnya.
Menindaklanjuti permasalahan itu, tim KKN Unitas mencoba menawarkan solusi dengan memberikan pelatihan membuat pupuk cair organik.
Dia menerangkan, kegiatan pelatihan pembuatan pupuk cair organik ini dilakukan secara berkala dimulai dari awal tiba di lokasi KKN.
“Nyatanya proses pembuatan pupuk cair organik ini sangat mudah dan murah,” tukas Walfajri.
Dia mengatakan, bahan utama yang digunakan adalah sampah organik sisa pertanian dan sampah organik rumah tangga.
“Kami juga gunakan bahan pendukung lainnya seperti air, gula, dan larutan eco enzyme,” tukasnya.
Guna mengukur keberhasilan pembuatan pupuk yaitu ketika sudah ditanam selama 25 hari pupuk organik tidak keluarkan bau busuk.
“Jika pupuk berbau busuk, tandanya proses fermentasi gagal karena oksigen (kondisi anaerob), terlalu basah,” tutur dia.
Hal ini, jelasnya, memicu bakteri pembusuk jahat, bukan bakteri fermentasi yang sehat.
“Sebaliknya, bila pupuk organik cair organik tidak bau busuk, maka pembuatannya dinilai berhasil,” pungkas Walfajri.
Sedangkan dalam kegiatan yang kelompoknya lakukan didampingi dosen pembimbing lapangan yaitu Dr. Ir. Syafizal, MP dan Marissa Jemmy, SH. MH.
Adapun anggota kelompok yang membuat pupuk cair organik ini yakni, Fadil Sofwan, Revalina Fitri, Rafiva Zahara.
Kemudian Diva Yulanda Putri,, Suci Ramadani, Muhammad Fadhil, Yandi wiryo Masrial, Deva Fernando.
Selanjutnya, Ferdiansyah Muhammad Noor, Joni Sartika, Ari Fadilah Aljumar, Sesti Junitas.
Walfajri juga menerangkan, kegiatan mahasiswa Unitas itu dilaksanakan mulai 6 Agustus sampai 20 Agustus 2026.
Wali Jorong Sampan Tanah Nagari Baru Bajanjang, Edi Hendri, menyebut, sangat berterima kasih kepada mahasiswa Unitas ini.
“Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan pengetahuan bagi kelompok tani di jorong saya ini,” ucapnya.
Dengan ilmu dari mahasiswa Unita ini, jelasnya, warga setempat dapat membuat pupuk organik cair sendiri dengan bahan dasar sampah organik sisa pertanian.
Dengan adanya pupuk cair organik ini, dapat memenuhi kebutuhan pupuk bagi masyarakat untuk pertanian mereka secara mandiri.
“Ini sekaligus menghilangkan ketergantungan masyarakat petani dari pupuk kimia yang dijual dipasaran,” pungkasnya. (*)

