Amakomedia.com – Maraknya kasus narkotika di Sumbar saat ini direspons serius oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di Padang, Selasa (18/8/2026).
Hal itu terlihat dari sikap Mahyeldi setelah mengetahui paparan Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy saat meliris penanganan kasus Narkoba di Sumbar sebulan belakangan.
Dalam paparan pihak Polda Sumbar, selama satu bulan yakni 1 Juli hingga 10 Agustus kemarin, ada 51 orang tersangka narkotikan ditangkap di Sumbar.
Ia menyebutkan pemberantasan narkotika butuh gerakan bersama mulai aparat penegak hukum, pemda, sekolah, pemerintah nagari, tokoh masyarakat hingga generasi muda.
“Pemberantasan itu perlu dilakukan sejak dari pintu masuk daerah, lingkungan sekolah hingga tingkat nagari untuk memutus mata rantai peredaran narkotika,” kata Mahyeldi.
Ia menekankan, pemerintah nagari, masyarakat, ninik mamak, KAN, pemuda bisa menjadi yang terdepan dalam pencegahan. Agar peredaran narkoba dapat diminimalisir.
Selain lingkungan masyarakat, Mahyeldi meminta upaya pencegahan diperkuat di sekolah.
Ia juga mengatakan, mengoptimalkan antisipasi peredaran di lingkup sekolah, pemprov akan memaksimalkan peran Dinas Pendidikan dan satuan Pendidikan.
Selain itu memberikan edukasi serta mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Di sisi lain, melihat besarnya potensi ancaman, Mahyeldi meminta pengawasan di seluruh titik masuk di Sumbar terus diperkuat.
Pengetatan itu dilakukan di bandara, jalur perbatasan dan jalur transportasi lainnya.
Pemkab dan pemko juga diminta mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika.
“Dengan kesiapsiagaan kepolisian, BNN dan seluruh pihak, mudah-mudahan akan semakin berkurang peredaran narkoba di Sumbar,” harap Mahyeldi. (dry)

