Amakomedia.com – Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,5 pada Selasa sore (1/9/2026) pukul 15.22 WIB.
Akibat gempa, sejumlah bangunan di wilayah terdampak alami kerusakan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam siaran persnya membenarkan adanya kejadian gempa bumi di Halmahera Tengah itu.
Jasil kaji cepat tim BPBD Kabupaten Halmahera Tengah, sekitar 15 kepala keluarga (KK) terdampak.
Sementara itu, hasil pendataan sementara mencatat sekitar 15 unit rumah mengalami rusak ringan serta satu unit fasilitas kesehatan mengalami kerusakan ringan.
“Data tersebut masih dalam proses verifikasi dan asesmen lapangan untuk memastikan jumlah kerusakan maupun dampak lainnya,” jelasnya, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, sejak kejadian gempa hingga hari ini, BPBD Kabupaten Halmahera Tengah melakukan pemantauan kondisi wilayah terdampak.
Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta kepala desa di Kecamatan Patani dan Patani Utara.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, sebutnya, juga telah melakukan asesmen terhadap dampak gempa sekaligus memantau perkembangan situasi di lapangan.
“Perkembangan penanganan dan kondisi wilayah dilaporkan secara berkala kepada Bupati Halmahera Tengah,” tutur dia.
Hingga Rabu (2/9/2026), terangnya, kondisi masyarakat secara umum masih dalam pemantauan tim lapangan.
Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan kondisi bangunan serta kebutuhan masyarakat terdampak.
“Masyarakat juga diimbau tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan,” sebut Berton.
Selain itu, imbuhnya, warga juga diminta untuk sementara tidak menempati bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Berdasarkan informasi awal, gempa M 5,5 tersebut berlokasi sekitar 65 kilometer tenggara Halmahera Tengah, 84 kilometer tenggara Maba, dan 116 kilometer tenggara Weda.
Pusat gempa berada di laut pada koordinat 0,26 derajat Lintang Utara dan 128,92 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa berpusat di laut dengan kedalaman 10 kilometer tersebut dirasakan lemah hingga sedang oleh masyarakat di Kecamatan Patani dan Patani Utara.
Berdasarkan parameter gempa yang diinformasikan, kejadian tersebut tidak berpotensi tsunami.
Berton mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah.
Warga yang rumahnya mengalami kerusakan agar sementara menghindari bagian bangunan yang retak atau berpotensi roboh.
Masyarakat diharapkan siapkan langkah evakuasi mandiri, memastikan jalur keluar rumah tidak terhalang, serta mengamankan dokumen penting dan kebutuhan dasar keluarga.
“Ini sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana,” pungkas Berton. (*)

