Amakomedia.com – Morgan Stanley & Co International Plc kembali memperbesar kepemilikan sahamnya di raksasa teknologi Indonesia, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.
Lembaga keuangan global tersebut memborong 21,68 miliar lembar saham GOTO dengan total nilai investasi mencapai hampir 548 miliar rupiah.
Seluruh transaksi pembelian jumbo ini diselesaikan pada tingkat harga pelaksanaan sebesar 25 rupiah per lembar saham secara tunai.
Pembelian massal tersebut mendongkrak porsi kepemilikan saham Morgan Stanley di GOTO secara signifikan dari 5,71 persen menjadi 7,59 persen.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, manajemen mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian transaksi tiga tahap tersebut murni bertujuan investasi.
Pada transaksi tahap pertama, lembaga keuangan global ini membeli 12,57 miliar lembar saham senilai sekitar 314,44 miliar rupiah.
Menyusul kemudian transaksi kedua, Morgan Stanley menyerap lagi 119,95 juta lembar saham dengan total nilai mencapai 2,99 miliar rupiah.
Aksi korporasi ini ditutup transaksi ketiga berupa pembelian 9,22 miliar lembar saham senilai sekitar 230,52 miliar rupiah.
Dalam laporan resmi perubahan kepemilikan, investor institusi ini menyatakan tidak memiliki rencana mengambil alih pengendalian manajemen perusahaan GOTO.
Melalui akumulasi agresif tersebut, posisi strategis Morgan Stanley kini sejajar dengan pemegang saham mayoritas lain seperti Taobao dan SVF.
Di sisi lain, pencabutan batas bawah harga 50 rupiah memberikan ruang bagi investor lama untuk menjual saham GOTO di bawah level tersebut.
Fenomena ini diproyeksikan bakal meningkatkan tekanan aksi jual sekaligus memicu volatilitas pergerakan harga saham dalam jangka waktu pendek.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta memprediksi saham GOTO berpotensi menguji kisaran level 20 hingga 30 rupiah.
“Jika tekanan jual pasar berlangsung jauh lebih kuat, pergerakan instrumen investasi ini bahkan diperkirakan dapat merosot menuju level 10 rupiah,” ujarnya.
Nafan turut menyoroti maraknya transaksi pada pasar negosiasi yang saat ini bergerak aktif di kisaran harga 23 hingga 25 rupiah.
Nilai transaksi riil tersebut dinilainya dapat menjadi referensi valid dalam proses penentuan pembentukan harga keseimbangan baru di lantai bursa. (*/wak)

