Amakomedia.com – Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani membentuk Satgas Penanganan Kemarau untuk mempercepat penanganan dampak kekeringan yang semakin meluas di daerah setempat.
Pasalnya, sebagian besar kecamatan yang ada di kabupaten itu alami krisis air bersih akibat kekeringan karena mulai masuknya musim kemarau.
Data Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten setempat, hingga Kamis malam, sebanyak 106 jorong yang tersebar di 25 nagari dan 10 kecamatan alami kekeringan dan kesulitan air bersih.
Menurut Annisa, penanganan kekeringan di lapangan membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar kebutuhan masyarakat dapat direspons cepat, tepat, dan berkelanjutan.
“Kolaborasi penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegas Annisa saat menyampaikan langkah penanganan dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Dharmasraya.
Penanganan kekeringan, sebutnya, bukan sekadar persoalan teknis pendistribusian air saja.
Namun melainkan membutuhkan koordinasi antarlembaga, pemetaan wilayah, sumber daya, serta respons cepat pemerintah.
Distribusi Air Mulai Bergerak dari Jorong ke Jorong
Pemkab setempat sejak beberapa hari terakhir mulai mengerahkan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Distribusi awal dilakukan di Gunung Selasih, Pulau Punjung, dan Koto Gadang. Pada Jumat (11/9/2026), distribusi kembali diperluas ke sejumlah wilayah, di antaranya Ampang Kuranji, Taratak Tinggi dan Sikabau.
Sebaran lokasi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih telah menjadi persoalan yang harus ditangani secara lintas wilayah, bukan hanya pada satu atau dua kawasan. (*/wak)

