Amakomedia.com – Harga cabai merah tinggi menjadi fokus utama Gerakan Pangan Murah di Padangpanjang demi membantu rumah tangga dan usaha kecil.
GPM digelar Rabu (7/10/2026) kemarin di halaman Masjid Muhammadiyah sebagai langkah nyata pemerintah daerah menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi lokal.
Sekretaris Dispangtan Padanganjang, Yetti Sofyarni, menjelaskan, komoditas yang dijual dipilih secara khusus karena sangat memengaruhi pergerakan inflasi daerah.
“Cabai merah dijual tiga puluh delapan ribu rupiah per setengah kilogram, mendampingi bawang dan kentang dengan harga jauh lebih murah,” katanya Kamis (8/10/2026).
Masyarakat. lanjutnya, juga bisa membeli ikan mujair dari Balai Benih Ikan seharga lima belas ribu rupiah per setengah kilogram hari ini.
Kegiatan pangan ini, sebut dia, melibatkan Kelompok Wanita Tani serta pelaku UMKM yang ikut menyediakan beragam produk kreatif buatan mereka sendiri.
Sementara itu, Perum Bulog turut bersinergi menyediakan pasokan kebutuhan pokok penting seperti minyak goreng serta beras berkualitas bagi warga.
Penyediaan pangan murah diharapkan mampu meringankan beban harian masyarakat sekaligus mempertahankan daya beli mereka saat harga pasar sedang bergejolak.
Warga Ngalau, Elfita, merasa sangat bersyukur atas program ini karena seluruh harga komoditas pangan terbukti lebih rendah dibanding pasaran.
“GPM membantu dapur rumah tangga sekaligus menyelamatkan kelangsungan usaha ayam geprek miliknya dari tingginya harga cabai merah,” ucap Elfita.
Ia mengaku sangat terbantu karena lonjakan harga cabai merah di pasar selama ini otomatis menambah pengeluaran modal produksi makanannya.
Menurutnya, harga cabai menjadi komponen paling krusial bagi pedagang makanan karena memengaruhi keuntungan dan modal usaha secara langsung.
“Oleh karena itu, kehadiran pasar murah memberikan ruang bernapas bagi masyarakat kecil untuk mendapatkan bahan makanan pokok terjangkau,” tukasnya.
Elfita berharap program GPM ini terus berlanjut secara berkala agar pelaku usaha kecil selalu mendapat pasokan modal murah.
“Semoga kegiatan bermanfaat ini bisa terus berlanjut dan lebih sering dilaksanakan pemerintah,” harap dia. (*/wak)

