Amakomedia.com – Sekretaris Umum Badko HMI Sumbar Aryanda Putra menegaskan korupsi bukan kecelakaan. Tindakan tersebut dilakukan sengaja dan sadar oleh pelaku.
Oleh karena itu, Aryanda mengajak mahasiswa Unitas Padang mencegah praktik koruptif. Ajakan disampaikan saat diskusi publik pada Rabu (21/10/2026).
Menurut Aryanda, Indonesia darurat korupsi karena tiga indikator utama. Pertama, kejahatan ini terbukti merampas pelayanan dasar milik anak bangsa.
Indikator kedua adalah mengikisnya kepercayaan publik kepada pejabat negara. Hal itu terjadi akibat pengelolaan anggaran yang tidak transparan.
Sementara indikator ketiga berupa distorsi anggaran pembangunan. Dampaknya, kualitas fasilitas publik seperti sekolah menurun demi kepentingan pribadi pelaku.
Terakhir, mahasiswa diharapkan menggunakan nalar kritis mereka. Semangat kuat sangat dibutuhkan untuk mendesak penyelesaian kasus korupsi di Indonesia.
ketua pelaksana diskusi, Muhammad Nurrefanza mengatakan, diskusi publik yang diadakan ini merespons atas kondisi negara saat ini, terlebih soal praktik korupsi.
“Ada beberapa tujuan dari diskusi ini, diantaranya membangun kesadaran kritis terhadap pentinggnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan negara,” ungkap Nurrefanza.
Adapun tujuan lain diskusi ini, lanjutnya, upaya mendorong peran aktif mahasiswa sebagai bagian sosial kontrol yang bertanggung jawab.
“Sementara tujuan terakhir, yakni memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya anti korupsi,” pungkasnya. (*)

