Amakomedia.com – Praktisi antikorupsi Sumbar Samaratul Fuad memaparkan bahwa korupsi kini telah berjejaring luas serta menguasai kelompok dan golongan tertentu.
Korupsi tersebut menggurita dalam berbagai aspek kehidupan, mencakup bidang sosial kemasyarakatan, bernegara, hingga proses pembuatan kebijakan strategis nasional.
Ini diungkapnya dalam diskusi publik bertema bertema “Indonesia Darurat Korupsi: Membaca Kritis Integritas, Mengawal Kekuasaan dan Memperkuat Peran Mahasiswa”.
Diskusi pada Rabu (21/10/2026) itu hasil kolaborasi BEM Unitas Padang dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Unitas Padang, di kampus tersebut Rabu (21/10/2026).
Menurut Fuad, korupsi aspek kebijakan sering dijadikan alasan legalisasi kejahatan, di mana alasan efisiensi hanyalah pepesan kosong demi keuntungan kelompok.
Contoh nyata korupsi kebijakan terlihat pada pengurusan izin amdal tambang, di mana pelanggaran perusakan hutan sering kali hanya diselesaikan secara administratif.
Dampak buruknya adalah kerusakan ekosistem lingkungan tidak diproses secara hukum, sehingga pelaku perusakan lahan terbebas dari jerat sanksi pidana.
Oleh karena itu, institusi kampus didorong aktif membuat kajian regulasi dan evaluasi mendalam yang sangat diperlukan untuk menutup celah korupsi.
Kajian akademis kritis tersebut sebaiknya dilakukan sejak proses perancangan undang-undang berlangsung agar efektif mencegah kesepakatan regulasi yang koruptif. (*)

