Amakomedia.com – Setelah didera kabut asap, kini Pemprov Sumbar mengeluarkan imbuanan kepada warganya untuk meningkatkan kewaspadaannya.
Hal ini berhubung dengan tingginya potensi hujan sedang hingga lebat sepanjang awal November 2026 ini.
Peringatan dini ini disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi yang merujuk data cuaca BMKG Dasarian I November yang memicu naiknya risiko bencana hidrometeorologi di Sumbar.
Mahyeldi meminta warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, longsor, dan bantaran sungai mengantisipasi dampak cuaca buruk sejak dini.
“Berdasarkan prakiraan BMKG periode 1 hingga 3 November, hujan lebat berpotensi mengguyur belasan kabupaten dan kota di Sumbar,” ucap Mahyeldi, Senin (2/11/2026).
Selanjutnya, potensi cuaca ekstrem tersebut diprakirakan masih terus berlanjut dan meluas ke wilayah Kabupaten Solok hingga 10 November.
Ia menerangkan, mayoritas daerah Sumbar berstatus waspada, sementara lima wilayah termasuk Kota Padang masuk kategori siaga curah hujan sangat tinggi.
Mahyeldi menambahkan, meski belum ada daerah berstatus awas, langkah kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat harus tetap diutamakan demi keselamatan.
“Masyarakat di kawasan perbukitan serta dekat aliran sungai diminta peka terhadap perubahan cuaca guna menghindari ancaman banjir bandang,” katanya mengingatkan. (*/wak)

