Painan, Amakomedia.com – Hilirisasi dari komoditi gambir di Sumbar sudah seharusnya dilakukan dari sekarang. Pasalnya, komoditi ini punya nilai ekonomi tinggi di pasar global.
Bagi Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, hilirisasi gambir tidak sebatas pengadaan bibit semata, namun juga menyangkut sistem pengelolaan hingga pemasarannya.
Hal ini disampaikan Rahmat Saleh saat menyerap aspirasi masyarakat dan kelompok tani di Kampung Sei Nipah, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (3/5/2026).
”Menyangkut potensinya, gambir di Sumbar cukup banyak, baik di Kabupaten Limapuluh Kota dan juga Kabupaten Pesisir Selatan, hanya saja tata kelolannya yang belum bagus,” katanya
Padahal, jelasnya, gambir merupakan komoditas strategis yang harus didorong tidak hanya dari sisi budidaya, tetapi juga pengelolaan hingga pemasaran.
”Makanya saya ingin menyukseskan hilirisasi gambir ini. Saya akan perjuangkan bantuan bibit gambir, pendataan kelompok tani, serta pemanfaatan lahan yang masih siap tanam,” ucapnya.
Menurutnya, hilirisasi gambir menjadi kunci agar petani tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga memperoleh keuntungan lebih dari produk olahan.
Bahkar komitmen Legislator asal Sumbar ini soal gambir juga terlihat saat rakor kepala daerah dan Forkopimda se Sumbar bersama Mentan Amran Sulaiman tahun lalu.
Ia menilai Sumbar memiliki posisi penting karena menyumbang sekitar 80 persen ekspor gambir dunia, namun sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan mentah.
“Kalau ada pabrik pengolahan, petani bisa memperoleh harga yang lebih baik,” ujarnya saat rapat koordinasi itu.
Menurutnya, pembangunan industri pengolahan menjadi jalan agar nilai tambah komoditas gambir tidak keluar dari daerah, melainkan dirasakan langsung petani Sumbar.
Hal lain disampaikan Rahmat Saleh untuk hilirisasi gambir ini adalah kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.
”Ini tidak bisa jalan sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama supaya rencana ini cepat terealisasi,” katanya. (*)
