Amakomedia.com – Seekor Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) berhasil ditangkap di Nagari Pasia Laweh, Palupuh, Agam.
Harimau ini berhasil ditangkap setelah masuk perangkap yang dipasang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar di lokasi tersebut.
Kepala Balai KSDA Sumbar Barat, Hartono, mengatakan, harimau itu ditangkap setelah masuk perangkap yang dipasang pihaknya.
Dia menyebut, pemasangan perangkap itu setelah pihaknya dapat laporan masyarakat setempat soal adanya harimau masuk kampung mereka.
Itu terlihat dengan matinya dua ekor kambing milik warga yang menjadi korban terkaman harimau pada Senin (10/8/2026).
Titik kejadian berjarak sekitar 50 meter dari belakang SDN 10 Palimbatan, 100 meter dari SMP Negeri 1 Palupuh, dan sekitar 150 meter dari Masjid Syukra.
Pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, perangkap kami siapkan, dan Alhamdulillah, sekitar pukul 19.45 WIB, sudah masuk perangkap,” kata Hartono kemarin.
Hartono menilai, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terlebih interaksi negatif dengan harimau sebelumnya juga pernah terjadi.
“Setelah laporan diterima, kami turunkan tim Wildlife Rescue Unit (WRU) langsung turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi,” lanjut dia.
Setelah berhasil ditangap, tim BKSDA Sumbar kemudian melakukan evakuasi terhadap satwa tersebut dengan berkoordinasi bersama Polsek Palupuh.
Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati dan terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus meminimalkan risiko terhadap satwa.
Setelah berhasil dievakuasi, Harimau Sumatera tersebut dititipkan di Lembaga Konservasi untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Tim medis dan dokter hewan akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan satwa sebelum ditentukan langkah penanganan berikutnya.
Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Dari kejadian itu, Hartono mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Terutama pada malam hari dan di kawasan yang berpotensi menjadi jalur pergerakan satwa liar,” ungkap Hartono. (dry)

