Amakomedia.com – Tidak hanya BNPD dan pihak lain yang intens mencari cara memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa daerah.
Kini Presiden RI, Prabowo Subianto meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan sejumlah pilihan teknologi untuk membantu menangani karhutla.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, arahan Presiden menjadi landasan bagi lembaganya untuk mencari solusi berbasis teknologi dalam menghadapi karhutla.
“BRIN diminta untuk mencari opsi teknologi yang bisa mengatasi bencana karhutla ini,” ujarnya melalui press release Bakom RI, Senin (31/8/2026),
Arif menjelaskan, salah satu teknologi yang telah dimiliki BRIN adalah modifikasi cuaca.
Teknologi tersebut dapat digunakan membantu menciptakan hujan buatan di wilayah tertentu, termasuk kawasan yang membutuhkan tambahan curah hujan saat terjadi karhutla.
“Memang kami juga sudah punya teknologi untuk modifikasi cuaca,” katanya.
Arif menjelaskan, pelaksanaan modifikasi cuaca dapat menggunakan material natrium klorida (NaCl) dengan ukuran sekitar 25 mikron.
Material tersebut digunakan dalam proses untuk membantu pembentukan hujan buatan.
“Di mana itu teknologi yang sangat-sangat efisien untuk membuat hujan buatan,” jelasnya.
BRIN juga tidak berhenti pada teknologi yang sudah tersedia.
Berbagai teknologi terbaru akan terus dikaji untuk melihat peluang penggunaannya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
“Teknologi modifikasi cuaca dengan berbagai teknologi terkini itu saya kira bisa kita lakukan,” kata Arif.
Selain modifikasi cuaca, BRIN sedang meneliti metode pemadaman api menggunakan tepung yang sebelumnya telah dipraktikkan oleh masyarakat.
“Praktik pemadaman api menggunakan tepung yang selama ini diinisiasi oleh masyarakat menarik perhatian pemerintah pusat,” ujarnya.
Hasil kajian teori dan hipotesis awal tim riset, paparnya, metode pemadaman berbasis tepung dinilai memiliki dasar ilmiah kuat dan terbukti efektif secara teoritis.
Meski demikian, tantangan terbesar BRIN saat ini adalah menguji efektivitas formula tersebut jika diterapkan pada area karhutla yang sangat luas.
“Untuk itu, BRIN menggandeng Polri demi mempercepat uji coba lapangan dan kalkulasi skala pemadaman agar inovasi rakyat ini bisa menjadi solusi resmi negara,” tukas Arif. (*)
