Amakomedia.com – Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengajak pemerintah provinsi tetangga untuk memperkuat koordinasi terpadu dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah ini diambil menyusul munculnya kabut asap yang mulai memengaruhi kualitas udara di Sumbar.
Tidak itu saja, juga terjadi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Padang hingga mencapai 600 kasus.
Untuk itu, masyarakat pun diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, memakai masker,” kata Mahyeldi.
Lebih dari itu, imbuhnya, masyarakan dilarang keras membakar sampah atau lahan demi mencegah munculnya sumber asap baru.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)Sumbar, Kuartini Deti Putri menyampaikan, data dinasnya periode 1–3 September 2026, tercatat ada 19 titik hotspot di wilayah Sumbar.
“Namun, ancaman asap terbesar berasal dari ribuan titik hotspot di provinsi tetangga,” ucap Deti.
Ia menyebut, di Sumatera Selatan (2.422 titik), Jambi (301 titik), dan Riau (229 titik), yang berpotensi terbawa angin ke Sumbar.
Meski demikian, hasil pantauan stasiun AQMS menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Padang masih berada dalam kategori sedang.
“Untuk indikatif ISPU PM2,5 berada pada rentang 55,9–58,4 atau masih dalam kategori sedang,” terang Deti.
Ia mengimbau masyarakat tetap mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dari kanal resmi pemerintah serta meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi perubahan kondisi udara. (wak)
