Amakomedia.com – Rantai birokrasi pencairan dana hibah yang lambat mengancam keikutsertaan Kota Sawahlunto dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar 2026.
KONI Sawahlunto bersama Disparpora setempat sepakat mengusulkan penundaan pelaksanaan Porprov demi menjaga keselamatan dan kepatuhan tata kelola keuangan daerah.
Ketua KONI Sawahlunto, Jhon Reflita, menegaskan kesiapan atlet tidak boleh dikorbankan oleh godaan memintas regulasi anggaran yang berisiko hukum.
“Jika anggaran APBD Perubahan belum cair pada 21 September 2026, Kota Sawahlunto dipastikan tidak ikut Porprov XVI Sumbar,” ucapnya.
Kepala Disparpora Sawahlunto, Meldi Hidayah Marta, merinci ketatnya alur administrasi APBD-P yang berisiko memicu pelanggaran prosedur jika dipaksakan.
Dana hibah KONI baru disepakati 31 Agustus dan evaluasi berjenjang di tingkat provinsi diperkirakan selesai tanggal 24 September.
Proses pencairan masih membutuhkan pembahasan DPRD, nomor register Gubernur, hingga penerbitan Naskah Perjanjian Hibah Daerah bagi pengurus KONI.
KONI Sawahlunto akhirnya mengusulkan jadwal perhelatan Porprov XVI digeser ke minggu kedua November 2026 demi kelancaran proses administrasi.
Langkah penundaan ke November ini juga didukung oleh sejumlah kabupaten dan kota lain yang menghadapi kendala administratif serupa.
Kepatuhan hukum tata kelola keuangan daerah harus diutamakan agar prestasi olahraga tidak menyisakan jejak persoalan di masa depan. (*/wak)

