Amakomedia.om – Kepala BRIN Arif Satria menekankan pentingnya penguatan human capital, teknologi, inovasi, serta entrepreneurship dalam menghadapi perubahan zaman.
Kualitas sumber daya manusia menjadi faktor krusial yang menentukan kemampuan sebuah bangsa untuk terus tumbuh dan bersaing global.
Arif menyampaikan. gagasan tersebut dalam orasi ilmiah Dies Natalis ke-70 Universitas Andalas pada Senin (14/9/2026).
“Perguruan tinggi diingatkan agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi. Riset harus didorong menghasilkan teknologi komersial bernilai jual,” kata Arif.
Ia menjelaskan, kondisi ketika hasil penelitian sulit diterapkan atau dikembangkan ke dunia industri sebagai Valley of Death.
“Karena itu, perguruan tinggi perlu membangun jembatan yang kuat antara dunia riset dengan industry,” ujar Arif.
Ia juga meminta kampus wajib menjembatani penelitian dengan kebutuhan industri.Arif mendorong Unand bertransformasi menjadi Innovation University.
“Kampus harus mampu mengubah riset menjadi solusi nyata bagi masyarakat.Ekosistem inovasi kuat perlu dibangun melalui science park,” ucapnya.
Langkah ini menurutnya, penting untuk kemajuan Unand sekaligus wilayah Sumatera Barat.Rektor Unand Efa Yonnedi memaparkan capaian universitasnya.
Rektor Unand Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Akt., dalam kesempatan itu memaparkan sejumlah capaian universitas yang telah memasuki usia tujuh dekade tersebut.
“Kini Unand memiliki 154 program studi dengan mayoritas berstatus unggul.Sebanyak 29 program studi telah berhasil mengantongi akreditasi internasional,” kata Efa.
Hal ini, menurut Efa memperkuat posisi Unand di kancah global.
Pada tahun lalu, imbuhnya, Unand melaksanakan 1.500 proyek riset penting. Hasilnya berupa ribuan publikasi ilmiah bereputasi internasional Scopus.
“Separuh lebih publikasi ilmiah tersebut berhasil menembus jurnal internasional bereputasi tinggi pada kategori bergengsi Q1 dan Q2,” papar Efa.
Unand juga berkomitmen kuat mendorong hilirisasi hasil riset internal. Puluhan produk inovasi kini telah sukses dikomersialisasikan masyarakat.
Untuk program pengabdian masyarakat tercatat menembus angka ribuan proyek. Semua dilaksanakan aktif sepanjang periode lima tahun terakhir ini,” lanjut Efa.
Di sisi peringkat di Asia versi QS, posisi Unand naik tajam dari posisi 470 menuju peringkat 396 pada tahun 2026.
“Selian itu, Unand kini sukses menjalin ribuan kerja sama aktif bersama berbagai mitra strategis dari 46 negara di dunia,” pungkas Efa. (*/wak)

