Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, dalam konferensi pers hasil investigasi peluru nyasar di UNP, Senin sore (8/6/2026). IST
Amakomedia.com – Hasil investigasi insiden peluru nyasar di Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) beberaap waktu lalu akhirnya terungkap ke publik.
Pihak Kodam XX/Tuanku Imam Bonjor (TIB) mengungkapkan, proyektil yang mengenai korban diduga kuat berasal dari amunisi dari anggota TNI yang sedang latihan.
Latihan menembak sendiri dilakukan di lapang tembak Lapai, Kota Padang.
Pernyataan ini disampaikan Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, dalam konferensi pers, di Padang, Senin sore (8/6/2026).
Ia menyebut, hasil yang terungkap ini merupakan hasil investigasi tim gabungan atas atas insiden yang sempat menjadi perhatian publik tersebut.
Menurutnya, tim investigasi telah bekerja secara menyeluruh untuk mengungkapkan fakta dari kejadian itu.
“Tim melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, berkoordinasi dengan kepolisian, mendalami lokasi latihan,” paparnya.
Kaliber 9 Milimeter
Dalam proses itu, lanjutnya, pihak Kodam juga melibatkan ahli senjata dan amunisi untuk memastikan penyebab insiden secara ilmiah.
Tim juga lakukan uji teori, uji lapangan, serta pemeriksaan forensik proyektil guna mencocokkan karakteristik peluru dengan senjata yang digunakan saat latihan.
“Hasilnya, ada kesesuaian antara proyektil yang ditemukan dengan amunisi kaliber 9 milimeter yang digunakan dalam latihan. menembak pada waktu kejadian,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, peluru kaliber 9 milimeter yang digunakan dalam latihan memiliki daya jangkau yang dapat mencapai lebih dari satu kilometer dalam kondisi tertentu.
“Faktor seperti arah angin, kelembapan udara, dan posisi penembak turut memengaruhi jarak tempuh proyektil,” tukasnya.
Korban Berangsur Membaik
Sementara itu, di tengah proses penyelidikan yang terus berjalan, kabar menggembirakan datang dari kondisi para korban.
Kapendam menyebutkan bahwa kondisi korban berangsur membaik dan terus mendapatkan perawatan medis secara intensif.
“Alhamdulillah, kondisi korban semakin baik. Kami terus mendoakan agar keduanya segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” ujarnya. (*)

