Amakomedia.com – Pameran foto jurnalistik yang diinisiasi Pewarta Foto Indonesia (PFI), Yayasan Mata Waktu serta PLN jadi berkah bagi Kabupaten Tanahdatar.
Pameran diadakan di halaman Istano Basa Pagaruyung, selama beberapa hari penyelenggaraan dibanjiri ratusan pengunjung. Ini menjadikan situs budaya terkemukan di Sumbar,
Pada pemeran foto itu, ada 68 karya foto dari 38 pewarta foto maupun fotografer dipamerkan.
Dalam puluhan foto yang dipamerkan, berisikan rekaman visual bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatra Utara, Sumbar pada akhir 2025.
Juga ada foto-foto yang merekam kisah duka, perjuangan, serta semangat masyarakat untuk bangkit.
Bupati Tanahdatar, Eka Putra, menyampaikan apresiasi kepada PFI yang telah menghadirkan pameran foto jurnalistik di Istano Basa Pagaruyung.
“Kegiatan ini menjadi tonggak baru dalam pemanfaatan kawasan budaya sebagai ruang edukasi sekaligus pengingat akan pentingnya mitigasi bencana,” katanya.
Dia menyebut, sebelumnya tidak pernah ada pameran foto di Istano Basa Pagaruyung.
Menurut Eka, setiap foto yang dipamerkan bukan sekadar dokumentasi, melainkan pengingat agar masyarakat tidak lengah terhadap ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
“Pameran ini mengingatkan kita kembali tentang bencana yang terjadi, supaya kita mengantisipasi dan terus menyosialisasikan kepada masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap masyarakat, khususnya di tiga provinsi yang pernah terdampak bencana, dapat memanfaatkan pameran tersebut sebagai sarana belajar. (dry)

