Amakomedia.com – Jumat (7/8/2026) jadi momen penting bagi DPRD Kota Padang saat laksanakan sidang paripurna istimewa peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 tahun.
Dalam sidang itu, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion menekannya pembangunan Kota Padang dilakukan secara bersama antara DPRD dan Pemko bersama jajarannya.
Dia juga tidak mengabaikan keterlibatan komponen masyarakat juga berperan penting dalam merealisasikan program pembangunan yang dibuat Pemko Padang.
“Kolaborasi semua pihak itu sesuai dengan filosofi “Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang” (Berat sama dipikul, Ringan sama dijinjing),” kata Muharlion.
Ia juga menjelaskan, sebagai ibu kota provinsi Sumbar, Kota Padang tentunya menghadapi berbagai masalah yang kompleks dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Itu bisa dilihat dari sisi jumlah penduduknya yang mencapai 900 ribu jiwa lebih, kemudian menjadi pusat perdagangan, pusat pendidikan, budaya, pariwisata dan lainnya.
Namun dirinya menilai, permasalahan yang kompleks itu jelas menjadi tantangan bagi Kota Padang untuk bisa berkembang lebih baik lagi kedepannya.
“Tantangan yang ada itu jangan dipandang sebagai hambatan, sebaliknya dijadikan sebagai agenda bersama yang dijawab melalui kebijakan yang tepat,” ungkapnya.
Dalam penilaian Muharlion, setidaknya ada sembilan tantang yang harus dijawab Pemko Padang melalui kebijakan, komitmen dan aksinya.
Ia menjelaskan, diantara sembilan tantangan itu, pertama: penguatan ketahanan terhadap penanganan bencana.
“Berada di kawasan rawan gempa, tsunami, banjir dan longsor, maka Kota Padang harus perkuat budaya sadar bencana,” tukasnya.
“Menurutnya, mitigasi bencana tidak hanya cukup melalui pembangunan infrastruktur saja, namun perlu juga dibuat penata ruangan berbasis risiko,” ucapnya.
Tidak itu saja, Muharlion juga menekankan adanya pembangunan jalur evakuasi dan sistem peringatan dini yang memadai di Kota Padang.
Serta adanya peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan simulasi kebencanaan yang berkelanjutan.
Hal kedua disinggung Muharlion yakni menyangkut upaya penanggulangan banjir dan penantaan lingkungan perkotaan juga harus sangat diperhatikan.
Menurutnya, hal itu harus ditangani Pemko Padang secara terpadu yang melibatkan semua untuk untuk menghasilkan solusi yang berkelanjutan.
Hal ketiga disinggung Muharlion yakni soal pengolahan sampah dan pelestarian lingkungan hidup yang ada di Kota Padang.
Dia menilai, pertumbuhan penduduk dan peningkatan ekonomi juga menyebabkan terus meningkatkannya volume sampah di Kota Padang.
“Mengatasi hal itu, pemko perlu mengubah paradigmanya, bukan lagi sekadar mengangkut dan membuang sampah saja,” tukas Muharlion.
“Melainkan, pembuangan sampah itu berorientasi pada proses pengurangan, pemilihan, daur ulang sehingga menghasilkan manfaat bagi masyarakat,” tukasnya. (*)

