Padang, Amakomedia.com – Sitinjau Lauik merupakan akses vital keluar masuk Kota Padang yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi, jadi perlu didukung konektivitas telekomunikasi.
Melihat hal itu, Telkomsel langsung gerak cepat dengan membangun beberaoa Base Transceiver Station (BTS) di ruas jalur ekstrem tersebut.
Pembangunan BTS yang dilakukan Telkomsel dikawasan tersebut ditinjau langsung Gubernur Sumbar, Mahyeldi didamping Kepala Dinas Perhubungan Sumbar dan Diskominfotik.
Dalam peninjuan itu, Mahyeldi menjelaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas telekomunikasi sekaligus mendukung keselamatan masyarakat di jalur ekstrem ini.
Selama ini, sebut Mahyeldi, keterbatasan sinyal komunikasi menjadi kendala serius, terutama dalam penanganan kondisi darurat di sepanjang jalur tersebut.
“Jadi, kehadiran BTS merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat akan akses komunikasi yang andal, khususnya di kawasan strategis dan berisiko tinggi,” katanya.
Ia menjelaskan, BTS yang dibangun melalui kolaborasi dengan PT Telkomsel tersebut telah menunjukkan hasil positif.
Data sementara, sekitar 1.000 pengguna memanfaatkan jaringan dari BTS tersebut.
Setiap harinya dengan kualitas sinyal yang kuat dan jangkauan layanan hingga radius lima kilometer.
Ia kemudian menekankan pentingnya dukungan dari Pemko Padang, kepolisian, serta pemangku kepentingan lainnya.
Kehadiran mereka cukup penting untuk pengawasan agar layanan BTS tersebut dapat dinikmati masyarakat secara optimal dan berkelanjutan.
Mahyeldi juga mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keberadaan fasilitas BTS yang berada di kawasan Taman Raya Bung Hatta tersebut.
“Termasuk disini pihak Pemko Padang, kepolisian, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mengawasi agar layanan BTS tersebut dapat dinikmati masyarakat secara optimal,” ucapnya. (*)
