Amakomedia.com – Tiga investigator dari Komite Nasional Keselamatan Transportas (KNKT) lakukan penyelidikan terkait tabrakan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur.
Mereka diturunkan ke lokasi kejadian sejak Senin malam (27/4/2026), dan selanjutnya mengumpulkan
data awal dan menelusuri penyebab insiden dari lokasi kejadian.
“KNKT belum membuka hasil sementara. Proses investigasi masih berjalan,” ucap Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Dia mengatakan, jika nanti ada informasi yang dapat disampaikan, pihalnya akan segera mengumumkan.
Berhasil Dievakuasi dari Gerbong
Sementara itu, pada Selasa (28/4/2026) pagi, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tiga
orang penumpang KRL yang terjepit di dalam gerbong kereta tersebut.
“Barusan yang terevakuasi tiga penumpang,” kata Kabasarnas Mayjen M Syafii
Tim Basarnas kemudian menyerahkan tiga korban tersebut kepada tim medis.
Sampai sekitar pukul 08.15 WIB, belum ada keterangan resmi apakah masih ada korban yang masih terhimpit di dalam gerbong KRL.
14 Orang Korban Meninggal
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.
Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Adapun 84 korban luka-luka tengah dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.
Mereka antara lain dirawat di RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Dilaporkan seluruh korban meninggal dunia dan luka-luka adalah penumpang KRL.
Sementara itu seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang sudah dievakuasi dalam kondisi selamat. (*)
