Padang, Amakomedia.com – Proses pencarian dua anak hilang di kawasan Pantai Ulak Karang Kota Padang resmi dihentikan karena telah memasuki hari ketujuh.
Penghentian pencarian dua korban itu diungkapkan Komandan Regu (Danru) Basarnas Padang, Tri Desyu Herman, di Padang, Jumat (24/4/2026)/
“Operasi pencarian secara resmi ditutup pada pukul 17.00 WIB,”sebut dia.
Ia menjelaskan, penghentian operasi tersebut dilakukan sesuai dengan SOP Basarnas serta berdasarkan hasil kesepakatan bersama seluruh unsur tim SAR yang terlibat.
“Operasi pencarian secara resmi ditutup pada pukul 17.00 WIB,”sebut dia.
Selama proses pencarian, lanjutnya tim di lapangan menghadapi berbagai kendala yang cukup signifikan.
Salah satunya adalah kondisi cuaca yang berubah-ubah, serta pasang surut air laut yang tidak menentu sehingga menyulitkan pergerakan dan efektivitas pencarian.
Selain itu, luasnya area pencarian juga menjadi tantangan tersendiri, di mana pada hari terakhir penyisiran telah diperluas hingga mencapai 65 nautical miles.
Tidak hanya itu, sebutnya, upaya penyelaman yang sempat dilakukan pada hari kelima juga belum membuahkan hasil maksimal.
“Karena visibilitas di bawah permukaan air sangat terbatas atau bahkan negatif, sehingga menyulitkan tim dalam melakukan pencarian secara optimal,” ucapnya.
Meski operasi SAR secara resmi dihentikan, pihak Basarnas Padang tetap akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan.
“Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi pencarian dapat kembali dibuka,” pungkasnya.
Sebelumnya, tim SAR Gabungan sebelumnya melakukan pencarian intensif terhadap dua korban, yakni Zafran dan Rasid.
Dua anak ini dilaporkan hilang di wilayah Padang Utara, tepatnya di belakang kampus Universitas Bung Hatta (UBH).
Namun hingga hari ketujuh, upaya pencarian belum membuahkan hasil dan keberadaan kedua korban masih belum diketahui. (dpg)
