Amakomedia.com – Baru-baru ini publik dihebohkan dengan kemunculan lagu berjudul “Siti Mawarni”. Lagu ini sangat viral media sosial (medsos).
Lagu tersebut diaransemen oleh Amin Wahyudi Harahap, seorang warga Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut)
Lagu ini bukan sekadar karya hiburan, melainkan dianggap sebagai bentuk keresahan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Dalam lirik lagu tersebut menuangkan kegelisahan sosial ke dalam lirik yang lugas dan penuh emosi.
Berbeda dari lagu pada umumnya, “Siti Mawarni” justru berisi ungkapan keprihatinan mendalam hingga doa keras terhadap para pelaku dan pihak yang diduga melindungi peredaran narkoba.
Dalam liriknya, tersirat kekecewaan masyarakat terhadap kondisi yang dianggap semakin mengkhawatirkan.
Lagu ini juga menyinggung adanya pihak-pihak yang disebut sebagai “beking” atau pelindung bisnis ilegal tersebut, sehingga memicu diskusi luas di kalangan warganet.
Fenomena viral ini pun menuai beragam respons. Banyak netizen mengaku lagu tersebut mewakili suara hati masyarakat.
Khususnya para orang tua yang khawatir terhadap masa depan generasi muda di tengah ancaman narkoba.
Tak sedikit pula yang menilai karya ini sebagai bentuk kritik sosial yang berani dan jujur.
Meski mengandung pesan yang keras, “Siti Mawarni” menjadi bukti bahwa seni masih menjadi medium efektif untuk menyuarakan keresahan publik.
Lagu ini seolah menjadi pengingat bahwa persoalan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga menjadi perhatian bersama seluruh elemen masyarakat. (*)
