Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    AmakoMedia – Berita Terpercaya dan AkuratAmakoMedia – Berita Terpercaya dan Akurat
    • Beranda
    • Nasional

      Menuju Kursi Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Kemukakan Tiga Gagasan bagi Warga NU

      Agustus 21, 2026

      BNPB Mencatat Sudah 71 Orang Meninggal Akibat Gempa di NTT

      Agustus 19, 2026

      BUMN Dipangkas, Rahmat Saleh Ingatkan Jangan Hilangkan Hak Pegawainya

      Agustus 2, 2026

      38 Pewarta Foto se Sumatera Ikuti Pameran Foto Bencana 2025 di Tanahdatar

      Juli 27, 2026

      Brigpol Aruni, Polwan Polres Mentawai Jadi Wakil Indonesia di Pelatihan People’s Security Academy di Vietnam

      Juli 18, 2026
    • Metro

      Dukung Kinerja OPD, BPKD Padangpariaman Lahirkan 19 Inovasi

      Agustus 28, 2026

      Cek Kamtibmas Kota di Malam Hari, Kapolresta Padang Turun Langsung Patroli Presisi

      Agustus 27, 2026

      Pastikan Kondisi Baik, BPBD Kota Padang Uji Kelayakan 38 Unit EWS Tsunami dan Banjir

      Agustus 26, 2026

      Pol PP Padang Lakukan Penertiban, 12 Botol Miras Milik Kafe Disita

      Agustus 26, 2026

      Pihak Rutan Padangpanjang Tanamkan Nilai Introspeksi Warga Binaannya

      Agustus 26, 2026
    • Ekonomi

      Baznas Tanahdatar Dorong Wali Nagari Optimalkan Potensi Nagarinya

      Agustus 27, 2026

      Perkuat Industri Halal, Unand Adakan Temu Ilmiah Nasional

      Agustus 26, 2026

      Nagari Katapiang Segera Miliki KNMP, Proses Ground Breaking Telah Dimulai

      Agustus 24, 2026

      September 2026, BIM Berlakukan Sistem Transaksi Cashless

      Agustus 17, 2026

      Tim Ahli DPRD Sumbar Kaji Penyebab Deviden Bank Nagari Turun

      Juli 7, 2026
    • Olahraga

      Ikuti Kejuaraan Karate Championship 2026 di Unand, Inkado Sumbar Turunkan Atlet Lapis Kedua

      Agustus 27, 2026

      Pertajam Teknik dan Disiplin, 700an Karateka se Sumbar Latgab

      Agustus 24, 2026

      HTT Padang Resmi Gelar Festival Barongsai Internasional

      Agustus 16, 2026

      Dua Siswa SMPN 25 Padang Wakili Sumbar ke Ajang O2SN Nasional

      Agustus 6, 2026

      Meriahkan Festival Kota Tua Padang 2026, HTT Gelar Kejuaraan Barongsai Internasional

      Agustus 5, 2026
    • Teknologi

      APJII Sumbar Dukung Aparat Tertibkan ISP Tanpa Izin Operasi

      Agustus 26, 2026

      Telkomsel Bangun BTS, Jorong Lariang Agam Kini Telah Terkoneksi Internet

      Agustus 24, 2026

      Perbandingan iPhone 18 Pro vs iPhone Ultra: Mana yang Lebih Unggul?

      Juli 30, 2026

      Pantau Kondisi Meteorologi Maritim, BMKG Operasikan Radar Frekwensi Tinggi di Pariaman

      Juli 3, 2026

      Fasilitas Robotic Surgery Perkuat Layanan Kesehatan RSU Bunda Padang

      Juli 2, 2026
    • Edukasi

      Fadly Amran: PGRI Kota Padang Diminta Mampu Jadi Kekuatan Stragetis

      Agustus 26, 2026

      Ketua PWNU SumbarBerharap Ketua PBNU Mendatang Juga Perkuat Sektor Pendidikan Tinggi UNU

      Agustus 21, 2026

      Kota Padang Dorong Generasi Muda Ciptakan Krativitas Bidang Teknologi Lewat PIAGEX 2026

      Juli 28, 2026

      Ratusan Siswa Sekolah “Serbu” Bandara, Pihak BIM Klaim Sedang Jalankan Program Injourney

      Juli 23, 2026

      100 Persen Lulusan SMTI Padang Miliki Setifikasi BNSP, Dinantikan Dunia Industri

      Juli 17, 2026
    • Kesehatan

      Hindari ISPA Akibat Kabut Asap, Pemkab Dharmasraya Bagikan Masker pada Pengguna Jalan

      Agustus 27, 2026

      Merawat Tubuh, Memaksimalkan Ibadah, Menjaga Kualitas Hidup Ala Program Semesta Transformation

      Agustus 22, 2026

      Selama Mei 2026, BPOM Temukan Ratusan Kosmetik Ilegal di Berbagai Tempat

      Juli 14, 2026

      Fasilitas Robotic Surgery Perkuat Layanan Kesehatan RSU Bunda Padang

      Juli 2, 2026

      IPCN Salah Satu Elemen Penting Pelayanan Kesehatan di RS

      Juni 20, 2026
    • Opini

      Sertifikat Tanah Elektronik: Janji Kepastian Hukum di Tengah Keraguan Publik

      Juli 24, 2026

      Jam Pulang Sekolah Pukul 14.00 : Ketika Niat Mendidik Justru Membuka Ruang Kenakalan Remaja

      Juli 22, 2026

      Ancaman Pidana Minimum Korupsi Diturunkan, Apakah Sejalan dengan Semangat Pemberantasan Korupsi?

      Juni 26, 2026

      Mulainya Kurang Peminatan Permainan Tradisional pada Generasi Muda Minangkabau

      Juni 25, 2026

      Surau di Minangkabau: Jantung Pendidikan, Budaya, dan Pembentukan Karakter Masyarakat

      Juni 22, 2026
    Beranda » Opini » Kekah dan Tradisi Syukuran Kelahiran Anak di Minangkabau
    Opini

    Kekah dan Tradisi Syukuran Kelahiran Anak di Minangkabau

    ArzilBy ArzilMei 25, 20265 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp Copy Link

    Oleh: Jasik Qairama, Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

    Dalam tradisi masyarakat Minangkabau, hadirnya seorang bayi tidak hanya dianggap sebagai penambah anggota keluarga, tetapi juga sebagai anugerah yang membawa harapan baru bagi kaum dan keluarga besar.

    Karena itu, masyarakat Minang memiliki berbagai tradisi untuk menyambut kelahiran anak, salah satunya adalah tradisi kekah atau aqiqah.

    Tradisi kekah ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak. Selain sebagai ibadah dalam ajaran Islam, kekah juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

    Melalui tradisi ini, keluarga mengadakan doa bersama, berbagi makanan, dan mempererat hubungan dengan kerabat maupun tetangga.

    Sampai sekarang, tradisi ini masih banyak dilakukan oleh masyarakat Minang, baik di kampung maupun di perantauan.

    Dalam budaya Minangkabau, adat dan agama memiliki hubungan yang sangat erat. Hal ini terlihat dalam pepatah adat yang berbunyi, “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”.

    Filosofi tersebut berarti adat Minangkabau berlandaskan ajaran agama Islam. Oleh sebab itu, berbagai tradisi yang dilakukan masyarakat Minang sering kali mengandung nilai adat sekaligus nilai keagamaan, termasuk dalam pelaksanaan kekah.

    Biasanya, kekah dilakukan beberapa hari setelah bayi lahir. Dalam ajaran Islam, aqiqah dianjurkan dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran anak.

    Pada acara tersebut, keluarga akan menyembelih kambing sebagai bentuk syukur. Daging kambing kemudian dimasak dan dibagikan kepada keluarga, tetangga, serta masyarakat sekitar.

    Selain itu, acara juga diisi dengan doa bersama agar anak yang lahir diberi kesehatan, keselamatan, dan menjadi anak yang berguna bagi keluarga serta masyarakat.

    Di Minangkabau, acara kekah biasanya dilakukan dengan suasana kekeluargaan yang hangat. Keluarga besar akan datang membantu mempersiapkan acara.

    Kaum ibu biasanya sibuk memasak di dapur, sedangkan kaum laki-laki membantu mempersiapkan tempat dan menerima tamu.

    Tradisi gotong royong seperti ini menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.

    Selain menjadi bentuk syukuran, kekah juga memiliki makna sosial. Melalui acara tersebut, hubungan antara keluarga dan masyarakat menjadi semakin erat.

    Orang-orang datang bukan hanya untuk makan bersama, tetapi juga memberikan doa dan dukungan kepada keluarga yang baru memiliki anak.

    Kehadiran masyarakat dalam acara kekah menunjukkan bahwa kehidupan orang Minangkabau sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan silaturahmi.

    Dalam beberapa keluarga Minang, tradisi kekah juga disertai dengan prosesi lain seperti mencukur rambut bayi dan pemberian nama.

    Rambut bayi yang dicukur melambangkan kebersihan dan harapan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang baik.

    Sementara itu, pemberian nama biasanya dilakukan dengan penuh pertimbangan karena nama dianggap sebagai doa dari orang tua untuk masa depan anaknya.

    Masyarakat Minang percaya bahwa anak adalah amanah yang harus dijaga dan dididik dengan baik. Karena itu, sejak bayi lahir, keluarga sudah memberikan berbagai doa dan harapan melalui tradisi kekah.

    Harapan tersebut tidak hanya agar anak tumbuh sehat, tetapi juga agar memiliki akhlak yang baik, menghormati orang tua, serta berguna bagi agama dan masyarakat.

    Nilai-nilai kehidupan dalam tradisi kekah juga dapat dilihat dari cara masyarakat Minang menghargai hubungan keluarga.

    Dalam budaya Minangkabau, keluarga besar memiliki peranan penting dalam kehidupan seseorang. Ketika ada acara seperti kekah, semua anggota keluarga ikut terlibat.

    Hal ini menunjukkan bahwa kebahagiaan satu keluarga juga menjadi kebahagiaan bersama.
    Pepatah Minangkabau mengatakan, “Barek Samo Dipikua, Ringan Samo Dijinjiang.”

    Artinya, segala sesuatu dikerjakan bersama-sama, baik dalam kesulitan maupun kebahagiaan. Pepatah ini sangat terlihat dalam pelaksanaan tradisi kekah.

    Persiapan acara dilakukan secara gotong royong tanpa membedakan status sosial. Semua saling membantu agar acara berjalan dengan baik.

    Seiring perkembangan zaman, pelaksanaan tradisi kekah mengalami beberapa perubahan. Dulu, acara biasanya dilakukan secara sederhana di rumah dengan melibatkan masyarakat sekitar.

    Kini, ada sebagian keluarga yang melaksanakan kekah di gedung atau menggunakan jasa katering agar lebih praktis.

    Walaupun begitu, makna utama dari tradisi tersebut tetap sama, yaitu sebagai bentuk rasa syukur dan sarana mempererat hubungan sosial.

    Modernisasi memang membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat, tetapi tradisi kekah tetap bertahan karena memiliki nilai yang penting.

    Banyak generasi muda Minangkabau yang masih mempertahankan tradisi ini meskipun hidup di kota besar atau di perantauan.

    Hal ini menunjukkan bahwa budaya Minangkabau masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat modern.

    Selain itu, tradisi kekah juga mengajarkan nilai berbagi kepada sesama. Makanan yang dimasak dalam acara kekah biasanya dibagikan kepada tetangga dan masyarakat sekitar.

    Tindakan ini mengandung pesan bahwa kebahagiaan sebaiknya tidak dinikmati sendiri, tetapi juga dibagikan kepada orang lain.

    Nilai seperti ini sangat penting untuk menjaga hubungan baik antar sesama manusia.

    Dalam kehidupan masyarakat Minang, adat bukan hanya sekadar kebiasaan lama, tetapi juga pedoman yang mengajarkan nilai moral dan sosial.

    Tradisi kekah menjadi salah satu contoh bagaimana adat dan agama berjalan berdampingan dalam kehidupan sehari-hari.

    Tradisi ini mengandung rasa syukur, doa, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang masih relevan hingga sekarang.

    Pada akhirnya, kekah bukan hanya acara syukuran atas kelahiran anak, tetapi juga simbol kasih sayang dan harapan keluarga terhadap masa depan anak tersebut.

    Di balik hidangan dan doa yang dilakukan, terdapat nilai-nilai kehidupan yang mengajarkan pentingnya kebersamaan, rasa syukur, dan hubungan baik antar sesama.

    Sebagai generasi penerus, masyarakat Minangkabau perlu menjaga tradisi seperti kekah agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

    Tradisi ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat Minang yang mengandung banyak pelajaran kehidupan.

    Dengan mempertahankan tradisi tersebut, nilai-nilai kebersamaan dan rasa syukur akan terus hidup dalam kehidupan masyarakat hingga masa yang akan datang. (*)

    (Disclaimer: isi dalam tulisan diluar tanggung jawab penerbit)

    budaya minangkabau opini tradisi kekah
    Share. Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Email Copy Link

    Berita Terkait

    Opini Juli 24, 2026

    Sertifikat Tanah Elektronik: Janji Kepastian Hukum di Tengah Keraguan Publik

    Opini Juli 22, 2026

    Jam Pulang Sekolah Pukul 14.00 : Ketika Niat Mendidik Justru Membuka Ruang Kenakalan Remaja

    Opini Juni 26, 2026

    Ancaman Pidana Minimum Korupsi Diturunkan, Apakah Sejalan dengan Semangat Pemberantasan Korupsi?

    Opini Juni 25, 2026

    Mulainya Kurang Peminatan Permainan Tradisional pada Generasi Muda Minangkabau

    Leave A Reply Cancel Reply

    Tentang AmakoMedia
    Tentang AmakoMedia

    Media nasional AmakoMedia menyajikan berbagai macam berita, artikel, opini yang terpercaya, akurat dan terkini.

    Alamat :
    Perumahan Siteba Jalan Pasaman II no. 170 Kota Padang, Sumatera Barat, Padang, Sumatera Barat.

    Email : admin@amakomedia.com

    Berita Terbaru

    Dukung Kinerja OPD, BPKD Padangpariaman Lahirkan 19 Inovasi

    Agustus 28, 2026

    Wakil Ketua DPRD Sumbar: Proses Hukum Internet di Sikakap Perlu juga Pertimbangkan Kondisi Lapangan

    Agustus 27, 2026

    Hindari ISPA Akibat Kabut Asap, Pemkab Dharmasraya Bagikan Masker pada Pengguna Jalan

    Agustus 27, 2026

    Mendaftar ke Newsletter

    Dapatkan berita terbaru dengan mendaftar ke Newsletter

    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 Designed by Nextgen.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.