Aneka jajanan dan kuliner dijual pedagang salah satu sudut kawasan Pasar Tanah Kongsi di Kota Tua Padang. IST
Amakomedia.com – Setelah mengantongi Standar Nasional Indonesia (SNI), Pasar Tanah Kongsi di Kawasan Pondok, Kota Padang kini terus dikembangkan.
Pengembangan diarahkan pada perluasan promosi melalui kolaborasi dengan sektor perdagang dan pariwisata oleh Pemko Padang.
Kepala UPTD Pasar Tanah Kongsi Dinas Perdagangan Kota Padang, Masrizal Raba’is menyebut, pasar ini memang disiapkan menjadi tujuan wisata gastronomi.
“Pasar ini punya kekayaan kuliner dari empat etnis yang hidup berdampingan selama puluhan tahun. Jadi wajar jadi destinasi wisata kuliner unggulan,” katanya.
Menurutnya, Pasar Tanah Kongsi memiliki karakteristik tersendiri yang lahir dari akulturasi budaya empat etnis, yakni Minang, Tionghoa, India, dan Nias.
“Keberagaman ini dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat identitas Pasar Tanah Kongsi sebagai destinasi wisata di Kota Tua Padang,” ujarnya.
Menyinggung kolaborasi dengan sektor pariwisata, Masrizal menyebut, jelas akan memberikan dampak positif nantinya.
Sebab dengan integrasi ini, wisatawan dapat merasakan dua pengalaman yakni keberadaan
bangunan-bangunan bersejarah dan ciri khas kuliner di tempat itu.
Ia optimistis kolaborasi antara sektor perdagangan dan pariwisata akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi para pedagang lokal. (*)

